Genjot Transformasi Digital, FSTeM UB dan Bappelitbangda Kota Batu Matangkan Inovasi ‘Sepak Terjang’

Kolaborasi pentahelix antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam mempercepat transformasi digital sektor publiK

Malang Bhirawa

Guna mendorong akselerasi inovasi pelayanan publik di tingkat daerah, Kecamatan Batu selaku salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Batu menggagas sebuah terobosan baru bernama SEPAK TERJANG (Sistem Pelayanan Terdigitalisasi Jangka Panjang). Inovasi berbasis website ini dirancang khusus untuk memangkas birokrasi, sehingga masyarakat tidak perlu lagi bolak-balik ke kantor camat hanya untuk mengurus berkas administrasi.

​Untuk memperkuat fondasi teknis dan sistem pengelolaannya, Kecamatan Batu menggandeng Departemen Statistika Fakultas Sains, Teknologi, dan Manajemen (FSTeM) Universitas Brawijaya (UB). Sinergi strategis tersebut dimatangkan melalui forum diskusi bersama yang digelar di kampus UB.

​Pertemuan penting ini dihadiri oleh empat perwakilan dari Kecamatan Batu, yaitu Muhammad Hafit, Mulia De Reuter, Nia Prastuti Ardhian, dan Oktania Tasya Karina. Sementara dari pihak Departemen Statistika FSTeM UB, hadir sebelas dosen dan tenaga kependidikan, yakni Rahma Fitriani, Eni Sumarminingsih, Solimun, Adji Achmad Rinaldo F., Evellin Dewi Lusiana, Nur Kamilah Sa’diyah, Abela Chairunnisa, Hilwin Nisa, Meilina Retno Hapsari, Ahmad Tantowi Jauhari, dan Julia Astriviani Bintoro. Diskusi ini juga melibatkan dua mahasiswa UB, Andika Bagus Saputra dan Fidda Nashita Fadhillah Madaniyah.

​Sebagai informasi, SEPAK TERJANG merupakan salah satu program inovatif yang diusulkan oleh OPD di lingkungan Pemerintah Kota Batu. Seluruh proses pengembangan dan pendampingannya berada di bawah koordinasi ketat Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (BAPPELITBANGDA) Kota Batu. Kolaborasi bersama akademisi UB ini menjadi tahapan krusial guna memastikan sistem memiliki basis pengelolaan data yang kuat dan valid sebelum siap diimplementasikan secara luas.

​Dalam pemaparannya, perwakilan Kecamatan Batu mengungkapkan bahwa lahirnya SEPAK TERJANG didasari oleh keluhan masyarakat yang kerap menghabiskan waktu luang hanya untuk mengurus satu jenis berkas di kantor kecamatan. Melalui sistem daring ini, ke depan masyarakat dapat mengakses seluruh layanan administrasi dan perizinan tingkat kecamatan kapan saja tanpa terkendala jarak ataupun jam operasional kantor.

​Gagasan ini pun mendapat apresiasi positif dari dunia akademis. Dosen Departemen Statistika FSTeM UB, Evellin Dewi Lusiana, menilai langkah ini sangat tepat sasaran.

​”Inovasi yang akan dikembangkan sangat bagus karena berangkat dari keresahan masyarakat/mahasiswa yang ingin mengurus sesuatu di Kecamatan Batu,” ujar Evellin di sela-sela diskusi tersebut.

​Sinergi ini menjadi potret nyata kolaborasi pentahelix antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam mempercepat transformasi digital sektor publik. Langkah ini juga selaras dengan fokus utama program kerja BAPPELITBANGDA Kota Batu dalam mengawal serta memfasilitasi setiap inovasi dari OPD.

​Ke depan, Kecamatan Batu bersama Departemen Statistika FSTeM UB berkomitmen penuh untuk mengawal proses pendampingan ini secara berkelanjutan hingga aplikasi SEPAK TERJANG benar-benar siap diluncurkan dan digunakan secara menyeluruh oleh masyarakat.mut

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *