Surabaya, Bhirawa-Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur, Dr. Sri Untari Bisowarno, M.AP., memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Gerakan Pramuka Jawa Timur atas kontribusi nyatanya kepada masyarakat, khususnya melalui program bedah rumah dan ketahanan pangan.
Hal itu disampaikan oleh Tokoh Koperasi Nasional tersebut, disela-sela puncak peringatan Hari Pramuka Jawa Timur, Rabu 2/9 kemarin. Menurutnya Gerakan Pramuka Jatim telah menunjukkan aksi gotong royong yang luar biasa.
Dari alokasi awal APBD yang semula menargetkan 10 unit rumah, Gerakan Pramuka bersama para Gugus Depan (Gudep) berhasil mengembangkannya hingga menyasar 1.000 rumah bagi anggota yang membutuhkan.
“Pramuka Jawa Timur telah sungguh-sungguh menjalankan Tri Satya dan Dasa Darma. Dari anggaran APBD untuk 10 rumah, lewat semangat gotong royong antar-Gudep bisa meluas hingga membantu 1.000 rumah. Ini sangat bermanfaat,” ujar Sri Untari.
Selain program bedah rumah, kerja sama Pramuka dengan Dinas Pendidikan Jawa Timur dalam program ketahanan pangan melalui “Program Sikap” juga menjadi perhatian penting.
Dorong Pramuka Jadi Ekskul Wajib
Dalam pertemuannya dengan Kepala Dinas Pendidikan Jatim di lokasi acara, Sri Untari secara khusus meminta agar Pramuka dijadikan sebagai ekstrakurikuler (ekskul) wajib di sekolah.
Menurutnya, penanaman nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka secara rutin—baik seminggu sekali maupun sebulan sekali—sangat krusial untuk membina generasi muda (Gen Z) mulai jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK.
“Pramuka memiliki pendidikan karakter yang luar biasa. Melalui Tri Satya dan Dasa Darma, kita bisa mendidik Gen Z agar menjadi pribadi yang bertaraf Golden Age—tahan banting, tabah, tangguh, tanggon, ulet, cerdas, terampil, rajin, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki rasa kemanusiaan dan kejujuran yang tinggi. Ini modal penting menyongsong Indonesia Emas,” pungkasnya.

Puncak peringatan Hari Pramuka sendiri digelar di halaman Rektorat Universitas Negeri Surabaya (Unesa) berlangsung meriah. Acara ini dihadiri oleh jajaran pejabat di lingkungan Jawa Timur, mulai Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar unsur militer, kepolisian, gerakan koperasi, dan sejumlah pejabat Jawa Timur lainnya.mut












