Malang,Bhirawa — Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Politeknik Negeri Malang (Polinema) terus memperkuat komitmennya sebagai perguruan tinggi vokasi unggulan. Polinema meletakkan momentum kemerdekaan ini sebagai pijakan krusial untuk memacu hilirisasi riset terapan sekaligus menargetkan penambahan sedikitnya tujuh Guru Besar baru hingga akhir tahun 2026.
Direktur Polinema, Ir. Supriatna Adhisuwignjo, S.T., M.T., menegaskan bahwa fokus utama Polinema adalah mencetak sumber daya manusia (SDM) yang menguasai hard skill maupun soft skill secara seimbang guna menjawab tantangan pembangunan nasional.
”Polinema siap melakukan langkah akselerasi agar hasil riset serta karya teknologi terapan yang dihasilkan dosen dan mahasiswa tidak berhenti pada tataran akademis semata. Percepatan difokuskan pada hilirisasi inovasi jangka pendek agar dapat segera diimplementasikan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” ujar Supriatna.
Baca Juga : Polinema Latih Pokdarwis Desa Tulus Besar Bahasa Mandarin Sambut Wisman Tiongkok
Guna memperkuat jajaran kepakaran akademis, Polinema meluncurkan program percepatan kenaikan jabatan fungsional bagi para dosen yang telah memenuhi syarat. Langkah ini dirancang untuk mendongkrak jumlah profesor kampus sebelum pergantian tahun 2026. Penambahan pakar baru tersebut diharapkan mampu merumuskan pendekatan penyelesaian masalah secara komprehensif, khususnya bagi sektor industri, UMKM, hingga kebutuhan publik.
Dalam perannya sebagai “Kampus Berdampak”, Polinema mengoptimalkan Pusat Riset dan Pusat Unggulan Teknologi sebagai wadah berkiprah para guru besar. Di lembaga ini, arah dan target luaran riset dirumuskan secara terukur untuk mendongkrak kualitas produk teknologi terapan. Langkah strategis ini mempertegas komitmen Polinema dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi guna memberikan solusi nyata bagi persoalan sosial-ekonomi bangsa.mut












