Inflasi Kota Malang Terkendali, Sinergi TPID Tekan Harga Jelang Nataru

Febrina Kepala Perwakilan BI Malang

Kota Malang, Bhirawa

Pemerintah Kota Malang bersama Bank Indonesia berhasil menjaga stabilitas ekonomi di penghujung tahun 2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Malang pada Desember 2025 tercatat mengalami inflasi sebesar 0,56% (mtm).

Meski secara bulanan mengalami kenaikan, inflasi tahunan (yoy) Kota Malang sebesar 2,81% tetap berada di bawah rata-rata Jawa Timur (2,93%) dan Nasional (2,92%).

​Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang, Febrina, mengungkapkan bahwa terkendalinya angka inflasi ini merupakan hasil nyata dari koordinasi solid Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melalui berbagai program intervensi pasar.

​”Tekanan inflasi Kota Malang pada Desember 2025 masih terkendali dalam rentang sasaran. Capaian ini tidak terlepas dari sinergi kolaboratif TPID dalam mengawal stabilitas harga, terutama di tengah peningkatan permintaan saat momen Natal dan Tahun Baru (Nataru),” ujar Febrina dalam keterangannya, Selasa (6/1).

Lebih lanjut, Febrina menjelaskan bahwa kenaikan IHK didorong oleh kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau dengan andil 0,36% (mtm). Komoditas utama penyumbang inflasi meliputi cabai rawit (0,14%), emas perhiasan (0,11%), daging ayam ras (0,06%), bawang merah (0,05%), serta penyesuaian harga bensin non-subsidi (0,04%).

​”Kenaikan harga cabai dan bawang merah disebabkan oleh gangguan produksi akibat tingginya curah hujan, sementara daging ayam ras murni karena faktor musiman Nataru. Namun, kenaikan ini berhasil diredam oleh deflasi pada komoditas lain seperti cabai merah, kacang panjang, dan kentang berkat pasokan yang terjaga,” imbuhnya.

Sebagai upaya nyata, TPID Kota Malang telah menjalankan serangkaian aksi di lapangan selama Desember 2025, mulai dari Gerakan Pangan Murah (GPM), pengoperasian Warung Tekan Inflasi (WTI), hingga sidak pasar dan pemantauan harga secara intensif.

​Febrina menegaskan, Bank Indonesia bersama pemerintah daerah juga tengah memperkuat ketahanan pangan jangka panjang melalui rencana Kerjasama Antar Daerah (KAD) dengan Kabupaten Malang untuk komoditas ayam dan telur, serta Kota Batu untuk komoditas hortikultura.

​”Memasuki tahun 2026, sinergi kebijakan akan terus kami perkuat melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dan optimalisasi program 4K—Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, serta Komunikasi efektif. Target kami, inflasi tetap stabil pada rentang 2,5 ± 1 persen,” pungkas Febrina optimis.mut.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *