Anggota Komisi B DPRD Kota Malang, Dr. H. Indra Permana saat melakukan sidak pedagang daging
Kota Malang, Bhirawa
Stabilitas ekonomi di Kota Malang mulai terusik seiring melonjaknya harga daging sapi di sejumlah pasar rakyat. Kondisi yang dipicu oleh minimnya pasokan sapi hidup ini menuai reaksi keras dari parlemen. Anggota Komisi B DPRD Kota Malang, Dr. H. Indra Permana, meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret sebelum sektor kuliner lokal “lumpuh”.
Berdasarkan pantauan di lapangan, tren kenaikan harga ini telah menekan psikologis pasar. Bukan hanya konsumen rumah tangga, namun mata rantai usaha dari hulu hingga hilir mulai merasakan dampaknya. Para jagal kini kesulitan mendapatkan stok sapi, sementara pedagang daging di pasar tradisional terpaksa berhadapan dengan ketidakpastian harga harian.
”Situasi ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut tanpa langkah nyata. Penurunan ketersediaan sapi hidup di pasaran adalah alarm bagi ketahanan ekonomi daerah,” tegas Dr. Indra Permana saat dikonfirmasi, Jumat (17/4).
Menurut Wakil Ketua Fraksi PKS Kota Malang ini, dampak yang paling mengkhawatirkan adalah ancaman terhadap keberlangsungan pelaku usaha kuliner. Sebagai kota yang dikenal dengan kekuatan sektor kulinernya, kenaikan biaya produksi pada bahan baku daging akan memicu efek domino.
“Mulai dari pedagang bakso, pengusaha restoran, hingga kafe, semuanya terancam oleh meningkatnya biaya produksi. Jika dibiarkan, stabilitas ekonomi daerah bisa terganggu karena daya beli masyarakat akan tertekan,” lanjutnya.
Indra menilai, pemerintah tidak boleh sekadar menjadi penonton dalam gejolak pasar ini. Diperlukan koordinasi lintas sektor untuk memastikan kelancaran distribusi dan mencari solusi atas macetnya pasokan sapi dari daerah produsen.
“Ini bukan lagi sekadar persoalan transaksi pasar biasa, tapi tanggung jawab negara untuk hadir. Kita tidak boleh membiarkan pelaku usaha berjalan sendiri tanpa proteksi. Kepastian stok bahan baku adalah kunci agar roda ekonomi Malang tetap berdenyut,” pungkas pria yang juga aktif di Komisi B tersebut.
Ia berharap dalam waktu dekat Pemerintah Kota Malang melalui dinas terkait segera melakukan operasi pasar atau sidak ketersediaan stok guna meredam spekulasi harga yang kian liar. mut





