Sultoni Kharis
Malang, Bhirawa
Anggapan bahwa lulusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) hanya terbatas pada meja laboratorium kini terpatahkan. Sosok Sultoni Kharis S.Si., Sekretaris Umum Ikatan Alumni (IKA) MIPA Universitas Brawijaya (UB), menjadi bukti nyata bahwa fondasi ilmu murni memberikan fleksibilitas luar biasa bagi alumninya untuk berkiprah di segala lini sektor pekerjaan.
Lahir di Lamongan, 11 Juni 1975, Sultoni telah membuktikan bahwa bekal logika dan analisis yang ditempa di Jurusan Kimia UB mampu membawanya melintasi berbagai tantangan profesional. Mulai dari kepemimpinan organisasi di tingkat nasional saat mahasiswa, hingga menduduki posisi strategis sebagai SPV Quality Control di PT Petro Oxo Nusantara (PON) Gresik—bagian dari Holding Company Pertamina Petro Niaga.
Menurutnya, menjadi alumni MIPA adalah sebuah kebanggaan karena kurikulum yang dijalani membentuk pola pikir yang adaptif. Hal ini terbukti dari keberagaman profesi alumni MIPA saat ini yang merambah sektor birokrasi, aktivis sosial, militer, hingga jajaran direksi di perusahaan internasional.
”Alumni MIPA memiliki keunggulan pada kekuatan analisis dan penyelesaian masalah secara sistematis. Itulah mengapa lulusan kita bisa masuk dan sukses di semua sektor, tidak hanya terbatas pada industri kimia atau laboratorium saja,” tegas pria yang juga aktif dalam berbagai aksi kemanusiaan ini.
Karier Sultoni sendiri mencerminkan ketangguhan tersebut. Sejak lulus tahun 1999, ia telah mengawal kualitas produksi kimia dasar yang menjadi urat nadi industri nasional. Namun di sisi lain, ia tetap mampu menjalankan peran sosialnya dengan membina puluhan anak asuh serta menggerakkan organisasi alumni dengan penuh dedikasi.
Bagi Sultoni, kunci kesuksesan alumni MIPA di segala sektor terletak pada kemampuan menjaga integritas data dan kejujuran dalam bekerja. Melalui wadah IKA MIPA UB, ia berkomitmen untuk terus memperkuat jejaring antar alumni agar potensi besar dari berbagai latar belakang profesi ini dapat bersinergi demi kemajuan bangsa.
Dengan semangat silaturahmi yang kuat, ia meyakini bahwa alumni MIPA akan terus menjadi motor penggerak inovasi di mana pun mereka ditempatkan, baik di sektor industri, pemerintahan, maupun pemberdayaan masyarakat. mut





