Inovasi SMART Drone Pertanian Presisi Bawa Tim SKY TEAM UB Berjaya di IFLC 2026

Ellen Gracia Alfa Yulianto mahasiswa Departemen Ilmu Pangan dan Bioteknologi FTAB 2024 mempersembahkan penghargaan untuk UB

Malang, Bhirawa — Prestasi membanggakan kembali diukir sivitas akademika Universitas Brawijaya (UB) di kancah internasional. Tim SKY TEAM UB berhasil meraih serangkaian penghargaan bergengsi dalam ajang International Future Leader Competition (IFLC) 2026 yang berlangsung di Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

​Dalam kompetisi tersebut, tim kolaborasi dari Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) serta Fakultas Teknik (FT) ini mengusung inovasi SMART Drone. Teknologi ini merupakan sistem precision spraying berbasis Artificial Intelligence (AI) yang dirancang khusus untuk meningkatkan efektivitas pengendalian hama pada tanaman padi.

​Tim yang dipimpin oleh Ellen Gracia Alfa Yulianto (mahasiswa Departemen Ilmu Pangan dan Bioteknologi FTAB 2024) ini sukses memboyong empat kategori juara sekaligus, yakni:

​Gold Medal (Subtema Agriculture)

​Favorite Poster Award (Subtema Agriculture)

​3rd Runner-Up Winner (Peringkat ketiga terbaik dari seluruh subtema)

​Grand Champion (Dianugerahkan kepada Universitas Brawijaya sebagai perguruan tinggi dengan perolehan poin dan predikat juara terbanyak)

​Inovasi ini lahir sebagai solusi atas tingginya kerugian hasil panen akibat serangan hama serta maraknya praktik penyemprotan pestisida secara menyeluruh yang tidak efisien, memakan biaya tinggi, dan berisiko merusak ekosistem.

​Ketua Tim, Ellen Gracia, menjelaskan bahwa SMART Drone memanfaatkan algoritma Modified YOLOv5 untuk mendeteksi jenis dan titik lokasi hama secara otomatis melalui kamera drone. Dalam proses risetnya, tim juga menerapkan metode molecular docking untuk menganalisis interaksi ligand dan protein guna menemukan kandidat biopestisida dengan afinitas tinggi terhadap target hama.

​”Melalui sistem presisi ini, drone hanya menyemprotkan biopestisida pada titik area yang benar-benar terinfeksi hama. Cara ini membuat penggunaan biopestisida menjadi jauh lebih efektif, efisien, dan ramah lingkungan,” jelas Ellen.

​Dosen pembimbing tim SKY TEAM, Dr. Agr. Sc. Dimas Firmanda Al Riza, ST., MSc., menyampaikan apresiasi tingginya atas capaian para mahasiswa. Menurutnya, karya ini menjadi bukti konkrit peran teknologi dalam menjawab tantangan ketahanan pangan.

​”SMART Drone ini merupakan contoh nyata bagaimana teknologi AI dan drone dapat diaplikasikan langsung dalam sektor pertanian untuk meningkatkan efisiensi produksi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan,” tegas Dimas.

​Selain Ellen Gracia, tim SKY TEAM diperkuat oleh mahasiswa lintas jurusan, di antaranya Amara Balqis Simarmata (Teknik Bioproses – FTAB), Melinda Cicilia Rany (Bioteknologi – FTAB), Louis Hayden Wong (Teknik Kimia – FT), serta Devyano Tanto (Teknik Kimia – FT).

​Kompetisi IFLC 2026 sendiri berlangsung ketat dengan menghadirkan peserta dari berbagai negara, seperti Indonesia, Zambia, India, Kuwait, Nigeria, Filipina, hingga Thailand. Capaian ini semakin memperkuat posisi Universitas Brawijaya sebagai salah satu perguruan tinggi unggulan yang berdaya saing global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *