Kantin UMM Resmi Raih Status Zona KHAS Terbanyak di Jawa Timur, Diganjar Syariah Award 2026

Malang, Bhirawa– Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meraih prestasi membanggakan pada ajang Syariah Award Jawa Timur 2026. Tiga kantin kampus berjuluk Kampus Putih ini resmi menyandang predikat Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (Zona KHAS).

​Penghargaan bergengsi yang ditandatangani Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tersebut diserahkan langsung dalam penutupan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Jawa 2026 di Grand City Convention and Exhibition Hall Surabaya, Minggu (27/9/2026). Tiga titik yang ditetapkan sebagai Zona KHAS meliputi Kantin Asri 1, Kantin Asri 2, serta Kantin Rumah Sakit (RS) UMM.

​Wakil Rektor IV UMM, Muhamad Salis Yuniardi M.Psi., Ph.D., mengungkapkan bahwa UMM mencatatkan perolehan zona terbanyak dibandingkan perguruan tinggi lain di Jawa Timur yang mengikuti asesmen serupa. Capaian ini menjadi bukti konkret perlindungan mutu konsumsi bagi seluruh sivitas akademika dan masyarakat luas.

​”Semua bahan makanan, proses olah, hingga sanitasinya telah melalui asesmen ketat di lapangan dan dipastikan halal serta sehat,” tegas Salis.

​Kepala Pusat Studi Penelitian dan Pengembangan Produk Halal UMM, Prof. Dr. Ir. Elfi Anis Sa’ati, M.P., menjelaskan bahwa capaian Zona KHAS ini merupakan kelanjutan dari program pendampingan sertifikasi halal tenant kantin yang diinisiasi sejak awal 2025 bersama Bank Indonesia.

​Standar Zona KHAS menuntut persyaratan ketat yang melampaui aspek kehalalan bahan pangan, melainkan mencakup keamanan konsumsi dan higiene lingkungan. Untuk memenuhi kualifikasi tersebut, UMM berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan dalam melengkapi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), pelatihan keamanan pangan berkala, hingga audit sistem pengelolaan limbah, sanitasi air bersih, serta kelayakan tempat ibadah.

​”Sebanyak 25 tenant di tiga titik lolos visitasi Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Jatim dengan raihan skor membanggakan, yakni 95 poin. Setelah evaluasi dan tindak lanjut menyeluruh, ketiganya sah dinyatakan layak sebagai Zona KHAS,” terang Elfi.

​Elfi menambahkan, budaya riset halal di UMM sesungguhnya telah mengakar sejak pendirian pusat kajian halal pada 2008—jauh sebelum UU Jaminan Produk Halal terbit pada 2014. Ekosistem ini kini terus diperluas ke berbagai unit usaha kampus, mulai dari dapur tiga hotel milik UMM yang kini masuk tahap sertifikasi, hingga instalasi gizi RS UMM yang telah bersertifikat halal sejak empat tahun silam.

​Melalui perluasan sertifikasi, pengujian laboratorium, hingga pelatihan terpadu, UMM menargetkan pembentukan kawasan halal menyeluruh guna memberikan rasa aman, sehat, dan nyaman bagi publik.mut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *