Kantongi Akreditasi KAN, Laboratorium Terpadu FTAB UB Siap Layani Pengujian Skala Internasional

Laboratorium Terpadu FTAB UB secara resmi berhasil meraih sertifikasi akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional (KAN)

Kota Malang, Bhirawa

Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem Universitas Brawijaya (FTAB UB) kembali menorehkan capaian prestisius di tingkat nasional. Laboratorium Terpadu FTAB UB secara resmi berhasil meraih sertifikasi akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) berdasarkan standar ketat SNI ISO/IEC 17025:2017.

​Raihan ini dicapai bersama dengan beberapa unit laboratorium lain di lingkungan UB, yakni UPT Laboratorium Terpadu UB, Laboratorium Operasi Teknik Kimia Fakultas Teknik UB, serta Laboratorium Fisika Terapan Fakultas Bioindustri, Pertanian dan Kehutanan UB.

​Dekan FTAB UB, Prof. Yusuf Hendrawan, STP., M.App.Life.Sc., Ph.D., mengungkapkan bahwa akreditasi KAN ini menjadi bukti sahih bahwa layanan pengujian yang dikeluarkan oleh FTAB UB kini memiliki validitas hukum yang kuat dan diakui secara global.

​”Dengan akreditasi KAN ini, Laboratorium Terpadu FTAB UB terbukti telah memenuhi persyaratan kompetensi, konsistensi, dan imparsialitas. Hal ini sangat krusial agar data uji yang kami hasilkan valid, akurat, dan dapat dipercaya oleh dunia industri maupun akademisi internasional,” ujar Prof. Yusuf Hendrawan, Selasa (7/7).

​Ia membeberkan, status akreditasi ini membawa dampak strategis yang sangat luas. Kini, Laboratorium Terpadu FTAB UB siap membuka pintu kolaborasi selebar-lebarnya untuk menjadi mitra riset dan pengujian komersial bagi sektor industri, pelaku UMKM, hingga instansi pemerintah. Layanan prima ini ditopang oleh tiga pilar utama: tata kelola laboratorium yang terdokumentasi (Good Laboratory Governance), pemenuhan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang ketat, serta orientasi riset yang mendukung Sustainable Development Goals (SDGs).

​Komitmen terhadap SDGs ini diwujudkan melalui arah riset laboratorium yang membidik beberapa target global. Di antaranya SDG 2 (Tanpa Kelaparan) lewat inovasi pangan, SDG 3 (Kehidupan Sehat), SDG 6 (Akses Air Bersih) via pengelolaan limbah cair, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).

​Raihan sertifikasi KAN ini sekaligus melengkapi rantai prestasi mentereng yang diukir FTAB UB belakangan ini. Sebelumnya, fakultas ini telah sukses membawa jurnal ilmiahnya terindeks Scopus, meraih predikat Zona Integritas dengan status Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), serta sukses mendirikan 4 Center of Excellence (CoE) sebagai pusat unggulan riset.

​”Alhamdulillah, semoga raihan ini membawa keberkahan dan memicu kemajuan riset di FTAB. Kami berharap di sepanjang tahun 2026 ini, capaian-capaian besar lainnya akan terus menyusul,” harap Dekan.

​Sebagai fakultas yang fokus pada pengembangan ilmu dan teknologi di bidang pertanian serta pangan, FTAB UB optimistis momentum ini akan menjadi akselerator lahirnya inovasi-inovasi baru yang siap diadopsi oleh pasar dan berdampak langsung bagi masyarakat luas.mut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *