Lewat Program CoE BIPA UMM, Hazma Daimatul Hana Ajarkan Bahasa dan Budaya Indonesia di Vietnam

Mahasiswa UMM jadi duta budaya program Center of Excellence Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing

Malang, Bhirawa

Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Hazma Daimatul Hana, mengemban misi akademis sekaligus menjadi duta budaya di kancah internasional. Hana merupakan satu dari 10 mahasiswa yang terpilih mengikuti program Center of Excellence Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (CoE BIPA) melalui skema Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Open University Ho Chi Minh City, Vietnam, yang berlangsung sejak 18 Juni hingga 18 Agustus 2026.

​Dalam menjalankan tugasnya, Hana tidak hanya berdiri di depan kelas untuk mentransfer ilmu, tetapi juga dituntut merancang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang matang serta menerapkan strategi pengajaran inovatif agar materi bahasa Indonesia mudah dipahami dan menarik bagi mahasiswa asing.

​”Kami mengajar Bahasa Indonesia setiap hari Sabtu di Open University Ho Chi Minh City. Sementara pada hari Senin hingga Jumat, kegiatan diisi dengan latihan tari, eksplorasi kebudayaan, serta pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Karena mencari kuliner halal cukup menantang, kami memilih memasak sendiri. Pengalaman ini melatih kemandirian kami selama berada di luar negeri,” ujar Hana, Sabtu (25/7).

​Hana mengaku terkesan dengan respons serta antusiasme para mahasiswa Vietnam selama proses pembelajaran berlangsung. Menurutnya, kesantunan dan semangat belajar mahasiswa lokal menjadi motivasi tersendiri dalam merancang metode pengajaran yang interaktif.

​”Mahasiswa Vietnam sangat menghargai dan menghormati kami. Antusiasme mereka terhadap bahasa dan budaya Indonesia sangat tinggi. Dari pengalaman ini saya menyadari bahwa menjadi pengajar BIPA membutuhkan persiapan strategi yang matang agar kelas tetap hidup dan menyenangkan,” ungkapnya.

​Sebelum bertolak ke Ho Chi Minh City, para delegasi UMM telah melalui tahapan seleksi dan pembekalan intensif di Kampus Putih. Materi pembekalan mencakup penguatan pedagogik BIPA, penyusunan kurikulum, hingga pendalaman wawasan lintas budaya (cross-cultural understanding) untuk memastikan kesiapan mental dan adaptasi mahasiswa di luar negeri.

​Selain tantangan akademis, dinamika penyesuaian diri terhadap budaya lokal turut dirasakan Hana. Sebagai seorang muslimah berhijab, kehadirannya kerap menarik perhatian warga setempat saat beraktivitas di ruang publik maupun menggunakan transportasi umum. Penyesuaian juga dilakukan terhadap budaya harian, seperti aturan lalu lintas jalur kanan yang berbeda dengan Indonesia. Di sela kesibukannya, Hana kerap memanfaatkan waktu luang untuk menyusuri kawasan sejarah di Distrik 1 Saigon.

​Kiprah mahasiswa UMM di Vietnam ini menjadi bukti nyata komitmen Kampus Putih dalam mendorong internasionalisasi pendidikan. Melalui program CoE BIPA, mahasiswa diharapkan mampu mengasah kompetensi pedagogik, memperluas wawasan global, serta membawa harum nama Indonesia di panggung internasional. mut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *