Yudiono S Si
Kota Malang, Bhirawa
Penerapan ilmu kimia dalam kehidupan sehari-hari tidak hanya terbatas pada teori akademis maupun materi laboratorium semata. Lebih dari itu, pemahaman mendalam terhadap prinsip-prinsip dasar kimia dinilai mampu membentuk mentalitas yang adaptif, fleksibel, serta tangguh bagi para lulusannya dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang kian dinamis.
Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Ikatan Alumni Fakultas Sains, Teknologi, dan Matematika Universitas Brawijaya (IKA FSTeM UB), Yudiono, S Si, pada diskusi interaktif ruang pertemuan STeM Sabtu 25/7
Menurutnya, hampir seluruh aspek kehidupan manusia tidak lepas dari unsur kimia, mulai dari konsumsi harian hingga barang-barang pendukung aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, penguasaan terhadap ilmu dasar kimia menjadi fondasi yang sangat kuat untuk beradaptasi di berbagai bidang profesi.
”Kita tidak bisa lepas dari kimia. Apa yang kita minum, pakaian, hingga pernak-pernik yang kita pakai sehari-hari semuanya mengandung unsur kimia. Ketika kita sudah mempelajari ilmu dasar kimia, kita akan memiliki fleksibilitas untuk berkembang ke mana saja dan menyesuaikan diri dengan kondisi di lapangan,” ujar Yudiono.
Ia menjelaskan bahwa meski sebagian lulusan kimia menempuh jalur karier yang linier—seperti di bidang pendidikan maupun industri manufaktur—tidak sedikit pula alumni yang sukses menembus sektor non-linier, mulai dari bidang seni, musik, hingga manajemen sosial. Kunci keberhasilan tersebut terletak pada kemampuan menarik nilai-nilai filosofis dari ilmu kimia untuk diterapkan dalam dinamika kehidupan bermasyarakat dan profesional.
”Di dalam ilmu kimia, kita mempelajari teori polarisasi, reaksi, hingga upaya menjaga keseimbangan (balancing). Prinsip keseimbangan dan reaktivitas ini memiliki semangat yang sama dengan bagaimana kita mengelola hubungan sosial, menyikapi perbedaan di lingkungan kerja, serta menjaga keharmonisan dalam bermasyarakat,” tambahnya.
Lebih lanjut, Alumni Kimia UB ini memberikan strategi bagi para lulusan baru (fresh graduate) agar dapat terserap dengan cepat di dunia kerja. Menurutnya, para pencari kerja harus mampu memahami kebutuhan industri yang dituju serta tidak melulu berpaku pada istilah-istilah teknis yang kaku.
”Kuncinya adalah membuktikan bahwa kita memahami dunia kerja yang akan kita hadapi. Jika melamar pada posisi yang tidak membutuhkan aspek teknis akademis secara langsung—seperti bidang marketing atau sales—maka kita harus mampu menonjolkan nilai-nilai fleksibilitas, kemampuan bekerja dalam tim (teamwork), adaptabilitas, serta kompetensi interpersonal lainnya,” pungkas Ketua IKA FSTeM UB tersebut. mut






