Gunakan Drone Termal Matrice 30T, UB Forest Perkuat Mitigasi Bencana Karhutla

Malang, Bhirawa — Pengelola UB Forest mengoptimalkan penggunaan drone termal jenis Matrice 30T untuk memperkuat mitigasi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Teknologi udara ini dipadukan dengan patroli darat guna mendeteksi keberadaan titik panas (hotspot) secara presisi di sekitar kawasan hutan.

​Koordinator Bidang Perlindungan dan Pengawasan Kawasan Hutan UB Forest, Dr. Muhammad Yusuf, S.Si., M.Si., mengungkapkan bahwa kondisi kemarau kering meningkatkan risiko karhutla sehingga pemantauan ekstra ketat mutlak diperlukan.

​”Kalau ada titik panas, langsung kami datangi untuk cek. Jika ditemukan titik api, segera kami padamkan,” tegas Yusuf.

​Langkah respons cepat ini terbukti efektif saat pemantauan udara menemukan titik api di batas barat UB Forest pada 25–27 Agustus lalu. Meski berada di luar area kelola, petugas lapangan langsung bergerak ke lokasi koordinat agar api tidak merembet ke area vegetasi hutan. Hasil pengecekan lanjutan memastikan kawasan UB Forest kini kembali kondusif dan bebas dari titik api susulan.

​Koordinator KJF Bidang Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan, Rifqi Rahmat Hidayatullah, S.Hut., M.Si., menambahkan bahwa drone termal ini mampu melengkapi keterbatasan jangkauan patroli konvensional. Matrice 30T dibekali sensor pemindai suhu permukaan, kamera zoom, serta penentu titik koordinat otomatis.

​Dalam sekali penerbangan berdurasi 30 menit, drone sanggup memantau area hingga 10 hektare dengan jangkauan kisaran 60–80 hektare dari udara.

​”Patroli darat dengan jalan kaki atau motor tentu jangkauannya terbatas. Dengan drone, pemantauan jauh lebih luas, efektif, dan efisien,” jelas Rifqi.

​Meski begitu, Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) UB Forest, Yulianto Muji Nugroho, S.Si., menekankan bahwa teknologi ini berfungsi sebagai alat pendukung deteksi dini, bukan pengganti personil lapangan. Baterai yang terbatas membuat pemadam utama tetap mengandalkan kesiapsiagaan tim darat.

​Selain mengandalkan teknologi, pengelola UB Forest juga menggandeng masyarakat dan petani penggarap di sekitar kawasan melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS). Langkah edukasi terus digencarkan agar warga tidak membakar lahan sembarangan atau meninggalkan sisa bara api saat beraktivitas di hutan.mut

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *