6.307 calon siswa 500 Kursi MAN 2 Kota Malang
Kota Malang, Bhirawa
Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Malang kembali mengukuhkan posisinya sebagai salah satu destinasi pendidikan favorit di tanah air. Pada Penerimaan Murid Baru (PMB) Tahun Pelajaran 2026/2027, madrasah yang dikenal dengan segudang prestasi ini “diserbu” sebanyak 6.307 pendaftar yang datang dari berbagai pelosok nusantara.
Angka pendaftar yang fantastis ini harus berhadapan dengan kuota yang sangat terbatas. Dari ribuan peminat tersebut, pihak madrasah hanya menyediakan kursi bagi sekitar 500 murid terbaik. Artinya, rasio persaingan mencapai sekitar 1:12, di mana setiap calon siswa harus menyisihkan sedikitnya 11 kompetitor lainnya.
Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. H. Samsudin, M.Pd., mengungkapkan rasa syukur sekaligus menyebut capaian ini sebagai amanah besar dari masyarakat. Menurutnya, seleksi tahun ini dilakukan secara ketat melalui lima jalur, yakni Unggulan Nasional, Prestasi, Terpadu, Reguler, hingga Jalur Afirmasi.
”Alhamdulillah, tingginya minat ini adalah bentuk kepercayaan publik. Dari total 6.307 pendaftar, insyaAllah hanya sekitar 500 murid yang akan diterima melalui proses seleksi yang ketat, objektif, dan transparan,” tegas Samsudin saat ditemui di lingkungan madrasah, Jumat (13/3).
Samsudin menambahkan bahwa ketatnya persaingan ini sebanding dengan kualitas dan tradisi prestasi yang dijaga selama ini. MAN 2 Kota Malang tercatat telah mengoleksi ribuan medali, mulai dari level regional hingga internasional, yang menjadi magnet utama bagi para orang tua siswa.
”Kami berharap murid-murid yang lolos nantinya mampu melanjutkan estafet prestasi yang sudah menjadi tradisi di sini. Kami berkomitmen memberikan layanan pendidikan terbaik untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga berakhlakul karimah,” imbuhnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Komite MAN 2 Kota Malang, Prof. Dr. Agus Maimun, M.Pd., memberikan apresiasi tinggi atas antusiasme masyarakat. Ia menilai, kepercayaan besar ini harus dijawab dengan peningkatan mutu pendidikan yang berkelanjutan.
”Ini motivasi bagi kami di komite untuk terus bersinergi dengan madrasah. Proses seleksi ini diharapkan mampu menjaring bibit unggul yang siap berkembang melalui berbagai program inovatif seperti Insan Pro, Madumanja, Edupanda, hingga Pikat Puspita,” terang Prof. Agus.
Dengan persaingan yang kian sengit setiap tahunnya, MAN 2 Kota Malang terus bertransformasi menjadi madrasah rujukan nasional yang konsisten melahirkan sumber daya manusia unggul di bawah naungan Kementerian Agama.mut






