Wujudkan Dapur Sehat sebagai salah satu upaya mahasiswa membangun mitra FTAB
Kota Malang, Bhirawa
Upaya mewujudkan pola konsumsi pangan yang aman dan sehat di tingkat keluarga terus digalakkan. Melalui Program Mahasiswa Membangun Mitra (3M) dan Kampung Lingkar Kampus (KLK), tim mahasiswa Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya (UB) menggelar edukasi keamanan pangan rumah tangga bagi ibu-ibu PKK Kelurahan Ketawanggede, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang belum lama ini.
Kegiatan yang terpusat di Kantor Kelurahan Ketawanggede ini mengangkat tema praktik dapur sehat sederhana. Materi yang disampaikan mencakup pentingnya personal hygiene (kebersihan diri), pencegahan kontaminasi silang (cross contamination), hingga penerapan Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) sederhana melalui studi kasus pengolahan menu harian, seperti ayam goreng dan sayur bayam.
Tim pengabdian Kelompok 25 Program 3M FTAB UB—yang beranggotakan Serli Ismawati, Wayan Aurea, dan Zevania Pricilla—menyampaikan materi secara sistematis di bawah pendampingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Retno Damayanti, STP., M.P. Edukasi dikemas interaktif dan kontekstual dengan kebiasaan memasak sehari-hari para peserta.
Dalam penjelasannya, tim membedah tiga fokus utama penerapan dapur sehat. Pertama, aspek personal hygiene yang menekankan kebiasaan mencuci tangan pakai sabun, menjaga kebersihan kuku, serta pakaian saat memasak. Kedua, pencegahan kontaminasi silang dengan memisahkan pisau atau talenan antara bahan mentah seperti daging ayam dan bahan siap saji. Ketiga, penerapan HACCP sederhana guna memastikan kecukupan suhu pematangan ayam dan batas waktu aman konsumsi sayur bayam.
Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan Ketawanggede, Esti Karuniawati, S.T., M.T., mengapresiasi inisiatif akademisi muda UB tersebut. Menurutnya, pemahaman mengenai keamanan pangan sangat krusial untuk langsung diterapkan di lingkungan keluarga maupun usaha mikro.
”Sosialisasi ini memberikan pengetahuan sekaligus kebiasaan baik yang dapat langsung diterapkan ibu-ibu di rumah. Kami berharap ilmu yang diperoleh terus dipraktikkan demi menjaga kesehatan keluarga,” ujar Esti.
Sementara itu, narasumber personal hygiene, Serli Ismawati, menegaskan bahwa kebersihan diri pengolah makanan merupakan benteng pertama pencegahan cemaran pangan yang kerap diabaikan.
”Kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan dengan benar, menjaga kebersihan kuku, dan pakaian saat memasak sering kali terabaikan, padahal sangat menentukan higienitas produk pangan. Jika personal hygiene diterapkan dengan baik, risiko kontaminasi dapat ditekan sejak awal,” terang Serli.
Melalui program 3M dan KLK ini, FTAB UB tidak hanya mendampingi masyarakat kawasan sekitar kampus, tetapi juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui peningkatan kualitas pakan dan pangan, SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) guna mencegah penyakit akibat pangan, serta SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) lewat literasi terapan kepada masyarakat. mut.






