Kota Malang, Bhirawa — Kelompok 32 Program Mahasiswa Membangun Mitra (3M) Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem Universitas Brawijaya (FTAB UB) menerapkan inovasi VACUSEAL (Vacuum Continuous Sealer Berbasis Teknologi Vakum Terintegrasi) di Kelurahan Mergosono, Kota Malang.
Kegiatan ini melibatkan dua Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), pihak Pemerintah Kelurahan Mergosono, serta tiga UMKM mitra:
UMKM Dhapure Masbrow (spesialis frozen food) UMKM Dapoer Y Rose dan UMKM Seroja (produsen minuman sari buah)
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan resmi di Kantor Kelurahan Mergosono yang dihadiri oleh DPL, perangkat kelurahan, pemilik UMKM, serta seluruh anggota Kelompok 32. Acara dilanjutkan dengan pemaparan program kerja dan diskusi interaktif mengenai kebutuhan pengembangan usaha dari setiap mitra.
Inovasi VACUSEAL untuk Kualitas dan Efisiensi Produksi
Menurut Ketua DPL, Dr. Miftakhurrizal Kurniawan, S.T., M.T., fokus utama Kelompok 32 adalah penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa VACUSEAL pada UMKM Dhapure Masbrow.
Inovasi ini dirancang khusus untuk meningkatkan kualitas kemasan produk frozen food agar lebih rapat, higienis, dan mampu memperpanjang masa simpan (shelf-life) produk. Selain mempercepat efisiensi produksi, teknologi ini diharapkan dapat memperkuat daya saing produk lokal di pasar yang lebih luas.
Selain penyerahan alat, mahasiswa memberikan pendampingan intensif yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing UMKM:
UMKM Dhapure Masbrow
Penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) produksi berbasis higiene sanitasi, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), serta pembersihan alat dan area produksi.
Redesain kemasan, penyempurnaan logo identitas produk, dan pembuatan katalog produk.
Pendampingan digital marketing dan integrasi e-commerce.
UMKM Seroja
Penyusunan SOP K3 berbasis visual dan edukasi penggunaan APD.
Penerapan sanitasi pekerja dan SOP pembersihan alat produksi untuk menjaga higienitas olahan minuman sari buah.
UMKM Dapoer Y Rose
Pendampingan kapasitas usaha yang disesuaikan guna mendukung keberlanjutan bisnis.
Langkah ini mendapat apresiasi positif dari pemilik UMKM Dhapure Masbrow, Agung Riadi.
”Kami merasa sangat terbantu dengan adanya program ini. Selain mendapat alat VACUSEAL yang membuat pengemasan lebih baik, kami juga dibimbing mulai dari SOP, kebersihan, hingga pemasaran. Harapannya, ilmu dan alat ini bisa terus kami terapkan agar usaha semakin berkembang,” ungkap Agung.
Seluruh rangkaian program dijalankan melalui tahapan observasi, pendampingan, implementasi, hingga monitoring dan evaluasi. Langkah ini sejalan dengan komitmen mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs):SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi): Melalui pemberdayaan UMKM sebagai penggerak ekonomi lokal. SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur): Melalui penerapan inovasi Teknologi Tepat Guna (VACUSEAL).SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab): Melalui peningkatan standar higiene sanitasi dan efisiensi pengemasan.
Koordinator Kelompok 32, Adinda Putri Damayanti, berharap seluruh intervensi yang telah diberikan dapat terus dimanfaatkan oleh para pemilik usaha.
”Yang terpenting bagi kami adalah keberlanjutan. Jika inovasi dan pendampingan ini terus berjalan dan membantu UMKM berkembang, maka kontribusi nyata terhadap masyarakat dan pencapaian SDGs benar-benar terasa,” pungkas Adinda.mut










