Kota Malang, Bhirawa-Pengalaman akademik berharga dirasakan tiga mahasiswa program studi Fisioterapi asal Università di Firenze, Italia, saat menjalani program pertukaran pelajar (student exchange) di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Selama satu semester, terhitung sejak September 2026 hingga Januari 2027, mereka berkesempatan menyelami langsung dinamika pelayanan kesehatan akar rumput di Indonesia.
Ketiga mahasiswa tingkat akhir tersebut, yakni Martina Nardi, Pietro Pinzauti, dan Leonardo Ricerri, diterjunkan langsung mengikuti praktik Fisioterapi Komunitas di Puskesmas Pandanwangi, Kota Malang. Agenda lapangan ini melengkapi perkuliahan teori usai mereka disambut jajaran pimpinan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES), Wakil Rektor IV, serta International Relations Office (IRO) UMM.
Selama berada di Puskesmas Pandanwangi, mereka aktif terlibat dalam ragam layanan kesehatan berbasis komunitas, termasuk kegiatan pos pelayanan terpadu (posyandu). Sistem pemberdayaan masyarakat seperti posyandu menjadi hal baru sekaligus mengesankan bagi ketiganya, lantaran model integrasi warga semacam ini tidak ditemukan dalam kurikulum maupun praktik klinis di Italia. Perbedaan kultural ini memberi perspektif baru mengenai penerapan ilmu fisioterapi yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat lokal.
Selain praktik lapangan, ketiga mahasiswa asal Negeri Piza ini membaur di ruang kelas reguler bersama mahasiswa Fisioterapi UMM. Mereka menempuh sejumlah mata kuliah inti, mulai dari Fisioterapi Muskuloskeletal, Fisioterapi Neuromuskular, Fisioterapi Komunitas, hingga Manajemen Fisioterapi Islami. Kehadiran mereka memicu diskusi perkuliahan yang lebih dinamis melalui pertukaran wawasan antarmahasiswa.
Kepala Program Studi S1 Fisioterapi UMM, Dr Dimas Sondang Irawan PhD, menuturkan interaksi akademik lintas bahasa ini menjadi tolok ukur kesiapan program studi dalam mematangkan kelas bilingual maupun kelas internasional.
”Kolaborasi ini menjadi langkah positif bagi Fisioterapi UMM. Harapannya tidak berhenti di sini, kami ingin hubungan antarpengajar juga semakin terjalin erat, sehingga ke depan terbuka peluang bagi mahasiswa kami untuk melakukan pertukaran ke Italia,” ungkap Dimas.
Program internasionalisasi ini membuktikan langkah nyata UMM dalam memperluas jejaring pendidikan tinggi di kawasan Eropa, sekaligus memperkenalkan keunggulan pendekatan kesehatan komunitas Indonesia ke kancah global. mut






