Surabaya, Bhirawa-Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) kembali meluncurkan program sosial berdampak langsung bagi tenaga pendidik keagamaan dan usia dini. Senator Lia Istifhama mengapresiasi kegiatan, dalam menyambut momentum Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur.
Pemprov menggelar program “Berbagi 1.000 Kacamata Gratis untuk Guru TK/RA/TPQ” yang dijadwalkan berlangsung di Gedung Islamic Center Surabaya, Minggu (11/10).
Senator yang akrab disapa Ning Lia ini menilai, program bantuan kacamata gratis tersebut merupakan wujud konkret keberpihakan pemerintah yang menyentuh ranah fungsional para pendidik di akar rumput. Mengingat peran vital guru TK/RA maupun ustadz/ustadzah TPQ dalam meletakkan fondasi moral dan karakter generasi muda.
”Langkah Pemprov Jatim ini patut diapresiasi tinggi. Perhatian pemerintah tidak melulu bertumpu pada pembangunan infrastruktur fisik, melainkan menyentuh langsung kebutuhan esensial pendidik yang setiap hari berhadapan langsung dengan pembentukan karakter anak bangsa,” ujar Ning Lia di Surabaya, Kamis (8/10).
Menurut Ning Lia, bantuan alat bantu penglihatan memiliki nilai manfaat praktis yang sangat tinggi. Kesehatan mata yang prima menjadi modal krusial bagi para pengajar dalam membaca mushaf, menyiapkan materi ajar, hingga mengawasi anak didik secara optimal.
Terlebih, aspirasi mengenai penguatan nasib dan dukungan fasilitas bagi guru ngaji sebelumnya sempat dihimpunnya saat berdialog dengan Forum Komunikasi Pendidikan Al-Qur’an (FKPQ) Jawa Timur pada September lalu.
”Dukungan terhadap kesehatan penglihatan ini langsung menjawab kebutuhan teknis mereka saat mengajar di kelas maupun majelis tartil,” jelasnya.
Program yang diinisiasi bersama Gubernur Jawa Timur ini menyasar guru berstatus aktif di lembaga RA, TK, PAUD, dan TPQ di wilayah Jatim, dengan memprioritaskan mereka yang tergolong Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Seleksi dilakukan melalui verifikasi surat keterangan mengajar pada tautan pendaftaran resmi bit.ly/DAFTARKACAMATAGRATIS2026.
Ning Lia menegaskan, skema seleksi yang berbasis kebutuhan nyata dan membidik kalangan prasejahtera merupakan formula intervensi sosial yang paling tepat guna.
”Ketika intervensi bantuan difokuskan pada skala prioritas dan tepat sasaran, dampak kemanfaatannya akan berlipat ganda bagi keberlangsungan proses belajar mengajar,” tambahnya.
Keponakan mantan Gubernur Khofifah Indar Parawansa ini berharap kepedulian terhadap tenaga pendidik di tingkat dasar tidak berhenti pada intervensi medis semata, melainkan terus berkembang menuju payung perlindungan profesi dan perbaikan kesejahteraan secara berkesinambungan.
”Guru adalah fondasi utama investasi sumber daya manusia kita. Karena itu, dukungan terhadap mereka harus bersifat berkelanjutan dan senantiasa berpijak pada fakta kebutuhan di lapangan,” pungkasnya.mut






