Malang,Bhirawa – Mahasiswa Politeknik Negeri Malang (Polinema) sukses menciptakan inovasi alat pembelah durian yang mampu membelah hingga empat buah durian hanya dalam waktu satu menit. Teknologi tepat guna karya Dani Tri Arianto, mahasiswa D3 Teknik Mesin Polinema ini, dirancang untuk meningkatkan produktivitas pelayanan sekaligus menekan risiko kecelakaan kerja bagi para pelaku usaha kuliner durian.
Riset tugas akhir di bawah bimbingan Dr. Drs. Ir. Moh. Hartono, M.T. ini langsung diimplementasikan pada UMKM Gus Durian di Jalan Sulfat, Kota Malang, melalui fasilitas Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Polinema.
Berdasarkan hasil uji coba, alat tersebut mampu menyelesaikan proses pembelahan satu buah durian rata-rata dalam waktu 15 detik. Kuncinya terletak pada modifikasi base plate yang menjaga kestabilan posisi buah, mekanika tuas penekan, serta penggunaan pisau material stainless steel 304 yang tahan korosi dan higienis.
”Selama ini pedagang membuka durian secara manual menggunakan pisau konvensional yang menguras tenaga dan berisiko melukai tangan. Melalui alat ini, proses pelayanan UMKM kepada konsumen menjadi jauh lebih cepat, mudah, dan aman,” ungkap Moh. Hartono.
Pengembangan alat portabel ini memakan waktu pengerjaan selama dua minggu dengan estimasi biaya produksi yang sangat terjangkau, yakni sekitar Rp800 ribu per unit.
Koordinator Prodi D3 Teknik Mesin Polinema, Lisa Agustriana, bersama Kaprodi D4 Teknik Mesin Produksi dan Perawatan, Kris Witono, mengapresiasi tinggi kontribusi nyata mahasiswa tersebut. Pihaknya mendorong agar hasil karya tugas akhir ini terus dikembangkan agar memiliki nilai guna dan nilai ekonomi yang lebih luas.
Ke depan, tim dosen dan mahasiswa Polinema telah merancang pengerjaan versi otomatis. Pada model lanjutan tersebut, pengoperasian alat tidak lagi menggunakan tenaga manusia, melainkan bekerja secara sistematis untuk membuka buah durian secara instan.mut












