Bali, Bhirawa – Universitas Negeri Malang (UM) terus memacu akselerasi reputasi dan jejaring internasional di kancah global. Langkah strategis ini ditegaskan melalui keikutsertaan delegasi kampus dalam ajang bergengsi QS Higher Ed Summit: Asia Pacific 2026 yang digelar di Bali International Convention Centre (BICC), Nusa Dua, Bali, Selasa–Kamis 3–5/11.
Forum pendidikan tingkat dunia yang dihelat Quacquarelli Symonds (QS) ini dihadiri lebih dari 1.600 peserta, mulai dari pimpinan perguruan tinggi, perwakilan industri, hingga pemangku kebijakan lintas negara di kawasan Asia Pasifik.
Dalam agenda tersebut, UM menugaskan Kepala Subdirektorat Pemeringkatan, Ir. Nurul Hidayat, S.Si., M.Si., Ph.D., bersama Kepala Seksi Monitoring dan Evaluasi, Achmad Taufani Irawan, S.Pd., M.T.
Kehadiran delegasi UM bertepatan dengan momentum membanggakan, yakni dirilisnya hasil pemeringkatan QS Asia University Rankings (AUR) 2027 pada 3 November 2026. UM mencatatkan lompatan impresif di berbagai level kawasan:
Tingkat Asia: Melonjak 107 tangga ke peringkat 430 (sebelumnya posisi 537).
Asia Tenggara: Naik 19 peringkat ke posisi 82 (sebelumnya peringkat 101).
Tingkat Nasional: Merangsek ke peringkat 18 besar Indonesia, naik 7 peringkat dari posisi 25.
Kepala Subdirektorat Pemeringkatan UM, Ir. Nurul Hidayat, Ph.D., mengungkapkan bahwa partisipasi aktif di forum internasional menjadi kunci penting untuk membaca peta persaingan dan arah kebijakan pendidikan tinggi global.
”Forum ini memberikan gambaran baru mengenai arah pemeringkatan universitas di Asia Pasifik. Wawasan serta jejaring yang telah diperoleh akan langsung kami terjemahkan menjadi strategi nyata guna terus meningkatkan rekognisi global UM,” tegas Nurul Hidayat.
Selama tiga hari pelaksanaan, delegasi kampus asal Kota Malang ini membedah metodologi serta indikator penilaian QS World University Rankings. Ruang diskusi dimanfaatkan untuk menjajaki peluang kemitraan riset lintas negara, transfer inovasi, hingga transfer pengetahuan dengan akademisi dan perwakilan industri mancanegara.
Langkah ini sejalan dengan komitmen UM dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya target SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi multipihak internasional, SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) lewat peningkatan mutu kelembagaan, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penguatan kapasitas riset ilmiah terapan.
Pasca-forum, UM bergerak cepat mematangkan tindak lanjut program. Fokus utama diarahkan pada sosialisasi hasil summit ke tingkat fakultas, penguatan tata kelola data pemeringkatan terpadu, serta realisasi kerja sama konkret demi menjaga tren positif reputasi akademik di kancah internasional.mut






