LavAni main impresif dilaga pembuka
Semarang, Bhirawa
Langkah Jakarta LavAni Livin’ Transmedia di babak Final Four Proliga 2026 kian tak terbendung. Tim besutan David Lee ini sukses memetik kemenangan kelima secara beruntun usai melibas Surabaya Samator dengan skor telak 3-0 (25-15, 25-21, 25-21) pada laga pembuka seri ketiga di GOR Jatidiri Semarang, Jumat (17/4).
Dengan hasil positif ini, tim milik Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono tersebut hanya membutuhkan satu kemenangan lagi saat menghadapi juara bertahan Jakarta Bhayangkara Presisi pada Minggu (19/4) mendatang, guna memastikan diri sebagai juara putaran kedua Final Four.
Sejak awal set pertama, LavAni langsung menurunkan komposisi terbaiknya atau the winning team. Kekuatan penuh dikerahkan melalui Dio Zulfikri, Hendra Kurniawan, Malizi, Boy Arnes, serta duet legiun asing Taylor Sander dan Georg Grozer. Di kubu lawan, Surabaya Samator tampak pincang tanpa kehadiran tosser andalan mereka, Lyvan Taboada, dan terpaksa mengandalkan pilar muda seperti Ageng Wardoyo dkk.
Dominasi LavAni mulai terlihat di pertengahan set pertama. Sempat berimbang 10-10, kematangan Dio Zulfikri dalam mengatur serangan membawa LavAni melesat 16-11 hingga menutup set dengan skor 25-15. Memasuki set kedua, Samator mencoba memberikan perlawanan sengit dan sempat menempel ketat angka hingga 19-19 melalui aksi Ageng Wardoyo. Namun, pengalaman fase krusial memihak LavAni yang akhirnya mengunci kemenangan 25-21.
Pada set ketiga, pelatih David Lee melakukan rotasi besar-besaran dengan memasukkan Dimas Saputra, Jasen Kilanta, hingga Dafa. Meski komposisi berubah, dominasi tetap terjaga. Serangan mematikan Dimas Saputra menjadi momok bagi pertahanan Samator, hingga laga ditutup dengan skor kembali 25-21.
Asisten Pelatih LavAni, Erwin Rusni, mengungkapkan bahwa rotasi sengaja dilakukan untuk menjaga kebugaran pemain sekaligus menguji kedalaman skuad.
”Di awal kami memang menurunkan pemain inti untuk mengamankan poin. Namun di set berikutnya, kami melakukan rotasi. Terkait pemain asing, seperti Grozer sempat mengaku panas (cuaca/suasana), tapi mereka tetap bisa fight dan memberikan kontribusi maksimal,” ujar Erwin usai laga.
Di sisi lain, kubu Surabaya Samator mengakui adanya perbedaan kelas yang cukup mencolok dalam pertandingan tersebut. Asisten Pelatih Surabaya Samator, Sigit Ari Widodo, menyebut absennya pemain kunci dan perbedaan kedalaman materi pemain menjadi faktor utama.
”Kami harus mengakui materi pemain hari ini jauh di bawah LavAni. Namun, kami tetap menekankan kepada anak-anak untuk bermain baik. Kami turun dengan 70 persen pemain binaan sendiri dan mereka tetap menunjukkan semangat fight di lapangan,” pungkas Sigit.mut





