HM.Mujiono bersama pendukungnya
Kota Malang, Bhirawa
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah dinilai sebagai langkah strategis yang sangat baik untuk masa depan bangsa. Kendati demikian, implementasi di lapangan dinilai masih memerlukan pembenahan serius dari sisi tata kelola dan sistem manajemen pelaksanaan.
Hal tersebut ditegaskan oleh tokoh masyarakat sekaligus Ketua Himpunan Putra-Putri Keluarga Angkatan Darat (HIPAKAD) Jawa Timur, HM Mujiono SIP M.Pd CMe, di sela momentum silaturahmi bersama lintas elemen masyarakat di Kota Malang, Jumat (26/6) kemarin.
Menurut Mujiono, sebagai program nasional yang menyentuh masyarakat bawah, MBG harus tetap berjalan karena dampaknya yang masif bagi kualitas SDM. Namun, evaluasi berkala tidak boleh diabaikan.
”Program MBG ini sangat baik untuk masa depan generasi kita. Tetapi memang harus diakui perlu ada pembenahan dan penyempurnaan, baik dari sisi manajemen logistik, akurasi data penerima, maupun struktur pelaksanaannya di daerah. Kita mendukung penuh program yang baik ini, sambil tetap memberikan masukan yang konstruktif,” ujar Mujiono.
Edukasi Bijak Bermedia Sosial
Selain menyoroti program MBG, mantan caleg DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini juga menaruh perhatian serius pada derasnya arus informasi di era digital. Ia mengajak masyarakat, khususnya di wilayah Malang Raya, untuk lebih bijak dan menyaring setiap informasi yang diterima guna menangkal sebaran hoaks.
”Gunakan gawai (handphone) dengan bijak. Jangan mudah percaya dan terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Saring sebelum sharing agar tidak menimbulkan kerugian bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar,” pesan pria kelahiran Poncokusumo tersebut.
Konsolidasi Politik Menuju 2029
Acara yang dikemas dalam peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-62 Mujiono ini juga menjadi pemantik menguatnya konsolidasi sosial dan politik. Dalam kesempatan itu, dukungan mengalir deras dari jajaran Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD) dan HIPAKAD Malang Raya agar Mujiono kembali maju merebut kursi DPR RI pada Pemilu 2029 mendatang.
Menanggapi dukungan tersebut, Mujiono menyatakan kesiapannya untuk melakukan penataan ulang strategi berbasis evaluasi Pemilu lalu. Ia menargetkan pembentukan sedikitnya 15 ribu personel tim pemenangan di seluruh Malang Raya.
”Jika struktur 15 ribu tim ini solid bergerak dan masing-masing merangkul minimal 10 orang, kita bisa mengonsolidasikan 150 ribu suara. Namun, langkah ini sepenuhnya saya kembalikan kepada mandat masyarakat. Selama masyarakat menilai saya layak mengabdi, perjuangan politik ini akan terus berlanjut,” tegasnya.
Dukungan konkret juga ditekankan oleh Ketua PPAD Kota Malang, Letkol (Purn) Muhidin, dan perwakilan DPD PAN Kota Malang, Ari Okrizal, yang menyatakan kesiapannya dalam mengawal langkah politik Mujiono ke tingkat nasional.









