Malang, Bhirawa – Departemen Ilmu Pangan dan Bioteknologi, Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya (UB) memperkokoh jejaring riset strategis guna mengakselerasi pemanfaatan komoditas lokal. Langkah ini diwujudkan melalui kunjungan akademik sekaligus penandatanganan kerja sama riset bersama Pusat Riset Teknologi Proses (PRTP) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Agenda tersebut merupakan bagian dari program Dosen Berkarya (DOKAR) UB Skema A – Joint Research and Publication (JRP). Pertemuan delegasi FTAB UB, Dr. Jhauharotul Muchlisyiyah, S.TP., M.P., diterima langsung oleh Kepala PRTP BRIN Dr. Ir. Hens Saputra, M.Eng., IPU., bersama peneliti Kelompok Riset TTG Proses Pangan dan Gizi Lia Ratnawati, S.T.P., M.Si., serta Ketua Kelompok Riset Teknologi Hijau Proses Modifikasi Polisakarida Achmat Syarifudin.
Fokus kolaborasi saat ini menyasar eksplorasi mendalam labu siam (Sechium edule), bahan pangan yang melimpah di kawasan UB Forest, Malang, namun belum tergarap optimal dari segi nilai tambah dan inovasi teknologi olahan.
Riset bersama ini telah membukukan sejumlah luaran ilmiah konkret, antara lain publikasi prosiding terindeks mengenai karakteristik fisikokimia labu siam, penerbitan buku referensi ber-ISBN berjudul “Eksplorasi Labu Siam (Sechium edule): Sumber Daya Pangan Lokal Kaya Manfaat”, serta penyiapan naskah artikel ilmiah menuju jurnal internasional bereputasi.
Penguatan sinergi tersebut diikat secara formal lewat penandatanganan Implementation Agreement (IA) antara FTAB UB dan PRTP BRIN. Dokumen kerja sama ini menjadi pijakan legal pengembangan riset bersama jangka panjang.
Ke depan, cakupan kolaborasi diproyeksikan merambah rekayasa teknologi proses polimer dan modifikasi karbohidrat, memanfaatkan kepakaran riset material pangan yang dimiliki BRIN.
Sinergi lintas institusi ini sekaligus mengimplementasikan komitmen pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), mencakup pengentasan kemiskinan dan ketahanan pangan masyarakat sekitar UB Forest (SDG 1), peningkatan nutrisi kesehatan (SDG 3), penguatan ekosistem pendidikan dan riset bermutu (SDG 4), peluang hilirisasi ekonomi bernilai tambah (SDG 8), serta kemitraan multipihak (SDG 17).mut






