Malang, Bhirawa – Kelompok 15 Mahasiswa Membangun Mitra (3M) Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem Universitas Brawijaya (FTAB UB) menghadirkan rangkaian inovasi teknologi tepat guna (TTG) dan edukasi lingkungan di Kelurahan Gadang, Kecamatan Sukun, Kota Malang.
Program yang berfokus pada tiga pilar utama: introduksi mesin pencacah sampah plastik berbahan bakar bensin, percontohan komposter galon bertumpuk untuk sampah organik rumah tangga, serta pembekalan teknik urban farming di lahan terbatas.
Langkah solutif ini lahir dari persoalan riil di lapangan. Berdasarkan hasil survei tim bersama pihak kelurahan, mesin pencacah plastik milik warga sebelumnya rusak dan membutuhkan daya listrik terlampau tinggi. Di sisi lain, sampah organik rumah tangga belum terkelola optimal, sementara potensi lahan pekarangan dan lahan tidur belum banyak dimanfaatkan secara produktif.
Menjawab tantangan tersebut, tim FTAB UB mengintroduksikan mesin pencacah plastik bertenaga motor bensin 6 HP berkapasitas 20 kilogram per jam. Alat ini dirancang lebih fleksibel dan praktis digunakan tanpa bergantung pasokan listrik tinggi.
Konstruksi mesin ditopang enam pisau putar dan dua pisau statis, lengkap dengan lock system pada roda guna mempermudah mobilitas di gang permukiman. Bagian hopper juga dipasangi sistem magnet pengaman guna mencegah material logam merusak mata pisau.
Selain urusan sampah anorganik, tim mahasiswa mendemonstrasikan komposter galon bertumpuk. Berbekal galon air mineral bekas yang dilengkapi kran drainase pada bagian bawah, limbah dapur seperti sisa sayur dan buah difermentasi memanfaatkan bioaktivator EM4 serta molase. Hasil olahannya mampu menghasilkan kompos padat sekaligus pupuk organik cair (POC) bernutrisi tinggi.
Guna melengkapi siklus ramah lingkungan tersebut, warga dibekali metode urban farming dengan teknik vertikultur dan hidroponik sederhana memakai media wadah barang bekas. Konsep ini memandu masyarakat memaksimalkan pekarangan sempit menjadi lumbung pangan keluarga mandiri.
Sosialisasi dan demonstrasi alat berlangsung interaktif dengan melibatkan jajaran perangkat kelurahan, pengurus RT/RW, Karang Taruna, kader PKK, hingga pengelola bank sampah setempat. Kegiatan diakhiri dengan serah terima unit TTG kepada pihak kelurahan sebagai wujud keberlanjutan program (sustainability).
Inisiatif terpadu mahasiswa UB ini sekaligus menjadi kontribusi nyata terhadap target Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), mencakup pengentasan kelaparan lewat ketahanan pangan pekarangan (SDG 2), permukiman berkelanjutan (SDG 11), konsumsi dan produksi bertanggung jawab (SDG 12), aksi iklim (SDG 13), serta perlindungan ekosistem darat dan perairan dari pencemaran sampah plastik (SDG 14 dan 15).mut






