Malang, Bhirawa– Pakar Kedokteran Okupasi yang juga Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dr Rubayat Indradi, MOH, menekankan pentingnya masyarakat untuk mengevaluasi kembali rutinitas harian mereka agar terhindar dari bahaya jangka panjang.
”Silakan menganalisis diri sendiri per 24 jam, berapa jam Anda duduk di ruangan atau rebahan. Itu adalah contoh nyata sedentary work yang berisiko memunculkan obesitas, diabetes, hingga hipertensi,” ujar dr. Rubayat pada Rabu (5/8/).
Menurutnya, kemajuan teknologi digital yang pesat turut mengubah pola gerak masyarakat menjadi serba pasif. Kebiasaan mengandalkan layanan pesan-antar hingga penggunaan kendaraan bermotor untuk jarak dekat dinilai memanjakan sekaligus memangkas aktivitas fisik dasar.
”Kecanggihan teknologi sekarang bikin kita malas, apa-apa delivery. Kenapa tidak diubah habit-nya? Cobalah jalan kaki dan jangan takut berkeringat,” katanya.
Ia menambahkan, pergerakan tubuh secara konsisten tidak hanya menjaga stamina fisik, tetapi juga efektif mereduksi beban mental dan stres akibat tekanan pekerjaan maupun rutinitas harian.
Baca Juga: Mahasiswa UMM Sabet Penghargaan Internasional
Sebagai langkah pencegahan praktis, masyarakat diimbau untuk mulai mendisiplinkan diri lewat kebiasaan-kebiasaan kecil namun konsisten di sela aktivitas.”Penting untuk punya hobi fisik. Jangan jempolnya saja yang olahraga. Mulailah dari hal-hal kecil seperti stretching (peregangan) setiap dua jam sekali atau berjalan kaki,” tegas dr. Rubayat.Ia berpesan agar masyarakat membatasi waktu menatap layar (screen time) dan kembali mengoptimalkan fungsi gerak tubuh. Menjadikan jalan kaki serta peregangan sebagai rutinitas harian merupakan investasi kesehatan jangka panjang demi menjaga kualitas hidup yang tetap produktif.mut







