Sri Untari Bisowarno, berdialog dengan para Lansia di UPT RSBN Janti
Kota Malang, Bhirawa
Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Dr. Sri Untari Bisowarno, M.A., menghadiri puncak peringatan Hari Lansia Nasional (HLN) tingkat Provinsi Jawa Timur yang digelar di UPT Rehabilitasi Sosial Bina Netra (RSBN) Janti, Malang. Acara ini menjadi momentum penting untuk menegaskan komitmen bersama dalam mewujudkan lansia yang sehat, mandiri, dan berdaya.
Hadir dalam acara tersebut berbagai perwakilan organisasi lansia, mulai dari Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) hingga paguyuban Wulan (Warga Usia Lanjut). Peringatan HLN kali ini terasa istimewa karena dirangkai dengan pameran layanan perawatan lansia, seperti layanan pijat kebugaran hingga potong rambut gratis.
Dalam kesempatan tersebut, Sri Untari bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyerahkan berbagai bantuan stimulan secara simbolis kepada para lansia. Bantuan yang diberikan disesuaikan dengan kondisi fisik para penerima manfaat.
”Prinsipnya, kita memiliki keinginan besar untuk membuat para lansia di Jawa Timur ini tetap sehat di masa tuanya. Karena itu, pemeriksaan kesehatan berkala dan layanan perawatan seperti yang dipamerkan hari ini sangat diperlukan,” ujar Sri Untari di sela-sela acara.
Sri Untari menegaskan bahwa DPRD Jatim berkomitmen penuh untuk terus mendorong Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur agar mengalokasikan anggaran yang berpihak pada kesejahteraan lansia. Strategi penanganan lansia di Jatim dibagi menjadi dua klaster utama:
Lansia Sehat/Produktif: Didorong untuk mandiri secara ekonomi agar tetap tumbuh dan berdaya.
Lansia Sakit/Keterbatasan Fisik: Dibantu dengan alat peraga aksesibilitas seperti kursi roda, tongkat, dan kruk untuk menunjang aktivitas harian mereka.
Sebagai bentuk nyata dari konsep “Lansia Tangguh, Lansia Tumbuh”, dalam acara ini diserahkan bantuan 20 unit gerobak dorong yang bersumber dari program Corporate Social Responsibility (CSR) sejumlah perbankan. Gerobak ini diberikan khusus kepada lansia yang masih sehat dan produktif untuk berniaga. Tidak hanya fisik gerobak, para lansia tangguh ini juga mendapatkan bantuan modal usaha masing-masing sebesar Rp500.000.
”Komitmen kita di Jawa Timur selaras dengan komitmen nasional, yaitu melahirkan Lansia Tangguh dan Lansia Tumbuh. Bagi yang masih sehat, kita topang kemandiriannya dengan gerobak dan modal usaha. Sementara bagi yang sudah sepuh dan sakit, negara hadir memberikan alat bantu fisik agar mereka tetap nyaman,” pungkas legislator yang juga dikenal aktif dalam dunia perkoperasian ini.mut











