Malang, Bhirawa-Upaya memperluas kontribusi akademik di kancah internasional terus digencarkan Universitas Brawijaya (UB). Melalui delegasi Departemen Ilmu Pangan dan Bioteknologi Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB), UB menggelar kegiatan Thematic Community Service dan Kerja Sama Internasional di Thammislam Foundation School, Thailand.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (2/9) tersebut mengusung tema “Fermented Foods for Healthy Lifestyle”. Program ini dirancang untuk menjembatani teori bioteknologi dan ilmu pangan akademik dengan aplikasi praktis sehari-hari, guna mendukung pola hidup sehat di lingkungan sekolah.
Adapun tim delegasi FTAB UB yang terjun langsung terdiri atas Dr. Tunjung Mahatmanto, Dr. Elok Waziiroh, dan Dr. Ahmad Zaki Mubarok.
Dalam rangkaian workshop, para peserta yang terdiri dari guru dan siswa diperkenalkan pada dua sistem utama fermentasi pangan, yakni Solid-State Fermentation (SSF) melalui praktik pembuatan tempe, serta Submerged Fermentation (SmF) melalui produksi kombucha.
Kedua metode tersebut dimanfaatkan untuk menjelaskan bagaimana peran mikroorganisme bekerja dalam kondisi berbeda hingga mengubah bahan pangan menjadi produk yang bernilai tambah tinggi.
Ketua Tim Delegasi, Dr. Tunjung Mahatmanto, menjelaskan bahwa fermentasi bukan sekadar proses tradisional pengolahan makanan, melainkan media pembelajaran sains yang sangat aplikatif.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperlihatkan bahwa ilmu pangan dan bioteknologi memiliki keterkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari. Siswa dapat memahami peran mikroorganisme sekaligus melihat bagaimana ilmu tersebut digunakan untuk menghasilkan pangan yang bernilai tambah dan mendukung pola hidup sehat,” ujar Dr. Tunjung.
Selain menyerap teori, para peserta diajak melakukan pembelajaran berbasis praktik. Mulai dari tahapan persiapan bahan, proses inokulasi, pengaturan kondisi fermentasi, hingga penekanan pada pentingnya aspek kebersihan dan sanitasi peralatan demi mencegah kontaminasi.
Menariknya, delegasi FTAB UB tidak hanya mengenalkan produk pangan khas Indonesia seperti tempe, tetapi juga memanfaatkan bahan pangan lokal Thailand. Pendekatan adaptif ini dilakukan agar materi pengabdian menjadi lebih relevan dengan konteks masyarakat setempat.
Melalui program Thematic Community Service ini, FTAB UB berharap dapat meletakkan pijakan kuat bagi pengembangan kerja sama internasional yang lebih luas di masa depan, khususnya pada bidang pendidikan, ilmu pangan, bioteknologi, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat di tingkat global. mut












