Bhirawa, Malang — Universitas Brawijaya (UB) terus memperluas kiprahnya di kancah internasional. Hal ini dibuktikan melalui keikutsertaan dua mahasiswa Program Studi Instrumentasi, Departemen Fisika, yakni Reynold Bennedict Gadmon dan Reynald David Asher (angkatan 2023), dalam program Magang Berdampak melalui skema Taiwan Experience Education Program (TEEP) 2026.
Kegiatan akademik lintas negara ini merupakan buah kolaborasi strategis antara Universitas Brawijaya dengan Providence University, Taiwan. Inisiatif tersebut dirancang untuk memperluas cakrawala akademik, mempertajam kompetensi keilmuan mahasiswa, sekaligus mempererat kerja sama antarinstitusi pendidikan tinggi di tingkat global.
Program magang riset tersebut dijadwalkan berlangsung selama empat bulan, terhitung mulai 9 September 2026 hingga 17 Januari 2027 mendatang. Selama proses magang di Taiwan, kedua delegasi UB ini mendapatkan pendampingan intensif dari akademisi kedua kampus.
Dari internal UB, bimbingan diberikan langsung oleh Guru Besar Departemen Fisika, Prof. Dr. Eng. Agus Naba, S.Si., M.T. Sementara di Providence University, Reynold Bennedict Gadmon berada di bawah supervisi Prof. Hsueh-Ting Chu, dan Reynald David Asher dibimbing oleh Prof. Bernard Fong.
Keterlibatan aktif dalam TEEP 2026 memberikan ruang akselerasi nyata bagi mahasiswa untuk berinteraksi langsung dalam atmosfer riset dan akademik multikultural. Selain mengasah keterampilan teknis di bidang instrumentasi, mereka juga dilatih beradaptasi dengan ritme kerja laboratorium berstandar internasional, memperkuat kemampuan komunikasi lintas budaya, serta membangun etos kerja profesional.
Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen berkelanjutan UB dalam mendukung percepatan internasionalisasi perguruan tinggi dan peningkatan daya saing lulusan. Di samping itu, program magang ini turut mendukung pencapaian sasaran Sustainable Development Goals (SDGs), di antaranya:
• SDG 4 (Pendidikan Berkualitas): Perluasan akses pengalaman belajar bereputasi global bagi generasi muda.
• SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi): Penyiapan kesiapan kompetensi serta kematangan keterampilan sebelum memasuki dunia industri.
• SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan): Penguatan jejaring dan kolaborasi bilateral antara UB dan mitra internasional di Taiwan.
Capaian Reynold dan Reynald diharapkan dapat menjadi pelecut motivasi bagi sivitas akademika dan mahasiswa lainnya di lingkungan UB, khususnya Departemen Fisika, untuk terus memanfaatkan peluang mobilitas global. Melalui bekal jejaring dan kapabilitas internasional ini, para lulusan diharapkan kian siap menjawab tantangan disrupsi teknologi di masa mendatang. mut












