Insinyur baru harus Perkuat Kontribusi Pembangunan
Kota Malang, Bhirawa-‘Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB) kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak insinyur profesional berintegritas melalui Pengambilan Sumpah Profesi Insinyur Reguler Angkatan-5 & RPL Angkatan-16 Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI), Sabtu (25/7) lalu di Auditorium Prof. Ir. Suryono, FT UB.
Prosesi sumpah profesi dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, M.P., yang mewakili Rektor UB. Turut hadir Dekan Fakultas Teknik UB sekaligus Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Cabang Malang, Prof. Ir. Hadi Suyono, S.T., M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., pimpinan fakultas, ketua departemen, serta para undangan.
Dalam prosesi ini, sebanyak 69 calon insinyur dari Program Reguler dan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) resmi dikukuhkan. Latar belakang lulusan mencakup praktisi dari akademisi/dosen (18 orang), BUMN (23 orang), swasta (27 orang), hingga wiraswasta (1 orang) dengan disiplin ilmu teknik sipil, mesin, elektro, pengairan, arsitektur, teknik industri, kimia, fisika, teknologi pangan, perkapalan, hingga perminyakan dan pertambangan.
Wakil Dekan Bidang Akademik FT UB, Dr.Eng. Ir. Indradi Wijatmiko, S.T., M.Eng.(Prac)., IPU., ASEAN Eng., melaporkan bahwa seluruh peserta telah memenuhi standar akademik dan administrasi sesuai ketentuan.
”Pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk pengakuan profesional atas kompetensi insinyur yang siap berkontribusi bagi pembangunan nasional. Hingga saat ini, PSPPI FT UB telah mengukuhkan 1.036 insinyur,” terang Indradi.
Prosesi pengangkatan sumpah dipimpin langsung oleh Dekan FT UB, Prof. Ir. Hadi Suyono. Ia menekankan bahwa kegiatan ini merupakan amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran untuk menjamin profesionalisme, etika kerja, serta perlindungan bagi masyarakat.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik UB, Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, M.P., menegaskan bahwa peran insinyur semakin strategis di tengah transformasi pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.
”Insinyur tidak hanya dituntut mampu merancang dan membangun, tetapi juga menghadirkan solusi inovatif yang berkelanjutan, adaptif terhadap teknologi, serta berorientasi pada keselamatan masyarakat,” tegas Prof. Imam. Ia menambahkan, UB terus memperkuat pendidikan profesi melalui sinergi bersama industri, pemerintah, dan asosiasi profesi.
Rangkaian acara ditutup dengan orasi ilmiah dari Direktur Utama PT Elnusa Fabrikasi Konstruksi, Ari Wijaya. Ia berpesan agar para insinyur baru terus mengasah integritas, kepemimpinan, serta semangat belajar sepanjang hayat untuk menjawab tantangan dunia industri modern.
Penyelenggaraan kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen FT UB dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), utamanya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).mut










