Polinema Latih Peternak Lele Tulusbesar Malang Manfaatkan Maggot BSF untuk Pakan dan Pupuk

Kota Malang, Bhirawa – Politeknik Negeri Malang (Polinema) terus memperkuat peran perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat. Melalui tim Pengabdian kepada Masyarakat (PPM), Polinema mengenalkan teknologi budidaya Black Soldier Fly (BSF) atau maggot kepada kelompok peternak lele di Desa Tulusbesar, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.

​Kegiatan bertajuk “Integrasi Budidaya Black Soldier Fly dalam Rantai Nilai Ekonomi Desa melalui Pakan Ternak dan Pupuk Organik” ini menyasar peternak lokal guna mengubah sampah organik menjadi biomassa bernilai ekonomis tinggi.

​Ketua Pelaksana PPM Polinema, Cucuk Evi Lusiani, menjelaskan bahwa pengelolaan sampah organik melalui perantara larva BSF menggunakan sistem biokonversi. Larva BSF mengonsumsi limbah rumah tangga, sisa sayuran, buah, hingga nasi untuk mempercepat pertumbuhan tubuhnya sekaligus mengurai sampah secara efisien.

​”Biokonversi merupakan proses ketika larva BSF memakan sampah organik yang sesuai sebagai sumber nutrisi untuk tumbuh. Dengan cara ini, volume sampah dapat berkurang sekaligus menghasilkan biomassa larva yang bernilai guna,” ujar Cucuk Evi Lusiani.

​Budidaya BSF menghadirkan dua produk utama yang langsung dirasakan manfaatnya oleh peternak:

​Maggot (Larva BSF): Mengandung kadar protein dan lemak tinggi sehingga sangat potensial dijadikan bahan baku pakan alternatif untuk ikan lele.

​Kasgot (Residu Budidaya): Sisa media dan kotoran larva yang kaya nutrisi untuk dimanfaatkan sebagai pupuk organik tanaman.

​Proses biokonversi terbilang cepat, yakni berkisar antara 7 hingga 18 hari tergantung pada jenis bahan organik serta kondisi lingkungan budidaya. Peralatan yang digunakan pun relatif sederhana sehingga mudah diterapkan oleh masyarakat dalam skala rumah tangga maupun kelompok.

​Sekretaris Desa Tulusbesar, Rendra Agus Wahyudi, beserta perwakilan Polinema Mochammad Agung Indra Iswara dan Noor Isnaini Azkiya turut hadir memberikan dukungan atas terselenggaranya program ini.

​Melalui inovasi teknologi tepat guna ini, Polinema berharap Desa Tulusbesar mampu membangun ekonomi sirkular berbasis masyarakat. Pengelolaan limbah yang terpadu tak hanya menyelesaikan masalah lingkungan, tetapi juga mampu menekan biaya operasional pakan peternak lele di wilayah Malang Kabupaten.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *