Kupang, Bhirawa – Kabar terbaru dari pascagempa bumi NTT menghadirkan fakta pilu.
Sebab, ada 53 orang telah meninggal dunia akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7.
Konfirmasi ini hadir dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Minggu (16/8) kemarin.
Baca Juga: Peduli Gempa NTT, Tuban Batalkan Pesta Kemerdekaan HUT ke-81 Republik Indonesia
Dampak Gempa NTT
Menurut rilis resmi BNPB Minggu (16/8), total jumlah korban meninggal dunia mencapai 53 orang.
Sebaran korban teridentifikasi di Kabupaten Manggarai 25 orang, Manggarai Timur 20 orang, Sikka 4 orang, Manggarai Barat 1 orang, Nagekeo 1 orang dan Ende 2 orang.
Selain korban meninggal, petugas gabungan juga mengevakuasi dan melakukan perawatan medis terhadap para korban luka-luka. Total korban luka-luka mencapai 137 jiwa.
Saat ini, korban luka sedang menjalani perawatan di fasilitas kesehatan terdekat maupun faskes darurat.
Rumah dan Fasilitas Umum Terdampak
Data sementara pada Minggu (16/8) sore, total rumah rusak berat di Provinsi NTT mencapai 1.543 unit, rusak sedang 328 unit, dan rusak ringan 532 unit.
Kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum, seperti fasilitas pendidikan 87 unit, tempat ibadah 50 unit, kantor pemerintahan 76 unit dan sejumlah fasum lain termasuk fasilitas kesehatan.
Ribuan Korban Selamat Mengungsi
Sementara pendataan warga yang mengungsi masih terus berjalan oleh tim gabungan.
Hingga Minggu (16/8), sebanyak 5.488 jiwa mengungsi secara terpusat dan 171 jiwa lainnya mengungsi secara mandiri.
Gempa susulan tercatat berjumlah 995 kali dengan gempa yang dapat terasa oleh masyarakat sebanyak 46 kali.
BNPB Turun ke Lapangan
Merespons gempa di NTT, Kepala BNPB bersama jajarannya menteri lainnya telah tiba di lokasi terdampak untuk mendukung percepatan penanganan darurat.
Meski fokus utama saat ini adalah pencarian dan pertolongan korban, kebutuhan masyarakat yang mengungsi juga terus menjadi prioritas pemerintah.
Sejumlah bantuan telah tersalurkan melalui jalur darat maupun udara.
Bantuan yang telah tiba di antaranya paket logistik dari pemerintah pusat yang dikirimkan melalui Posko Logistik Nasional Bandara Halim Perdana Kusuma telah tiba di Maumere dan Labuan Bajo pada Minggu (16/8).
Total bantuan yang tersalurkan mencapai 4.925 paket.
Paket-paket logistik tersebut akan tersalurkan di lokasi terdampak di antaranya Kabupaten Manggarai Barat 550 Paket, Kabupaten Manggarai 1.000 Paket, Kabupaten Manggarai Timur 550 Paket, Kabupaten Ngada 550 Paket, Kabupaten Nagekeo 550 Paket, Kabupaten Sikka 1.000 Paket, dan Kabupaten Ende 725 Paket.
Selain distribusi logistik, pemerintah pusat melalui BNPB juga telah mengaktifkan Pos Pendampingan Nasional (Pospenas) yang berpusat di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.
Pospenas ini untuk mengoordinasikan upaya penanganan darurat gempa Mag7,7 di NTT. Sementara posko taktis akan aktif di Kota Maumere.(DS)






