Prof. Dr. HA. Muhtadi Ridwan, MA,
Kota Malang, Bhirawa
Peringatan Harlah Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) menjadi momentum krusial bagi organisasi Islam terbesar di Indonesia ini untuk melakukan konsolidasi internal. Hal ini dinilai penting guna memastikan NU tetap menjadi pilar utama dalam menjaga keutuhan NKRI di tengah berbagai tantangan zaman.
Guru Besar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang juga menjabat sebagai PJ Rois Syuriah PCNU Kota Malang, Prof. Dr. HA. Muhtadi Ridwan, MA, menegaskan bahwa keberadaan NU merupakan aset strategis bagi Republik Indonesia. Mengingat sekitar 67 persen penduduk Indonesia adalah warga nahdliyin, maka situasi yang kondusif dalam tubuh organisasi menjadi kunci stabilitas nasional.
”NU adalah aset besar bagi RI. Diperlukan situasi yang kondusif, baik dari aspek organisasi maupun umatnya, untuk menjaga dan melestarikan peran serta kontribusi NU di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, sosial keagamaan, hingga ekonomi,” ujar Prof. Muhtadi, Rabu (7/1).
Menurutnya, soliditas organisasi sangat diperlukan untuk menghadapi maraknya penyimpangan yang terjadi di negeri ini. Harlah kali ini menjadi bukti komitmen tinggi NU untuk terus berkhidmah tidak hanya kepada warga NU, tetapi bagi seluruh umat dan bangsa Indonesia.
Lebih lanjut, Prof. Muhtadi menjelaskan bahwa tema Harlah kali ini, yakni “Memperkokoh Jam’iyah, Tradisi, Kontribusi, dan Mengembangkan Peradaban”, mengandung pesan mendalam tentang arah gerak NU ke depan.
”Harlah ini menjadi momentum bersama untuk konsolidasi dan penguatan NU menuju khidmah umat dan bangsa yang lebih besar. Kita ingin memperkokoh jam’iyah dan tradisi yang ada, sembari terus mengembangkan kontribusi bagi peradaban dunia,” jelasnya.
Ia menambahkan, komitmen NU dalam menjaga keutuhan NKRI tidak pernah surut. Melalui momentum satu abad ini, NU ingin memastikan bahwa organisasi tetap berada pada jalur pengabdian yang tulus (berkhidmah) untuk menjaga kedaulatan bangsa di tengah dinamika global.mut











