Malang, Bhirawa-Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di RW 13 Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang berlangsung semarak, Minggu (16/8). Mengangkat tema “Harmoni dalam Keberagaman”, perayaan ini menjadi sarana ampuh merekatkan tali silaturahmi antarwarga yang datang dari beragam latar belakang agama, budaya, dan sosial.
Kemeriahan perayaan ditandai dengan aksi pelepasan burung secara bersama-sama sebagai simbol kebebasan, kerukunan, dan harapan masa depan. Suasana semakin hangat saat pertunjukan seni tradisional Reog dan Tari Gandrung menyapa warga, menegaskan bahwa perbedaan budaya justru menjadi perekat keharmonisan lingkungan.
Baca Juga ; Rayakan HUT ke-112 Kota Malang, Event M112 2026 Lepas 500 Pesepeda Lipat dari Malang City Point
Lurah Merjosari, Muhammad Syaiful Arif S.Si., menyampaikan apresiasi tinggi atas kepedulian dan swadaya warga RW 13. Ia menyebut, meski RW 13 terbilang kawasan pemukiman baru yang usianya belum genap 10 tahun, kekompakan warga dalam mengemas acara kebangsaan sangat solid.
“Saya sampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya untuk warga RW 13. Harapan kami kegiatan ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial saja, melainkan berlanjut pada penguatan rasa kebersamaan dan kekompakan warga di kehidupan sehari-hari,” ujar Syaiful.
Lebih lanjut Syaiful memaparkan, letak geografis RW 13 yang tersebar di kawasan Jalan Joyo Agung dengan dominasi permukiman kluster memiliki tantangan tersendiri dalam membangun komunikasi antarwarga. Namun, agenda perayaan kemerdekaan terbukti ampuh mencairkan sekat-sekat tersebut.
“Lewat inisiatif pengurus RW dan kesadaran warga, kawasan yang usianya masih seumur jagung ini diproyeksikan mampu mencetak prestasi dan kemajuan lingkungan yang sejajar dengan RW lainnya di Merjosari,” jelasnya.
Pemerintah Kelurahan Merjosari juga berkomitmen memberikan perhatian penuh terhadap alokasi pembangunan wilayah RW 13, salah satunya melalui optimalisasi program RT Berkelas untuk penyediaan sarana dan prasarana penunjang kegiatan masyarakat.
Sementara itu, Ketua RW 13 Edy Wasno menegaskan bahwa keberagaman yang ada di wilayahnya merupakan modal sosial yang sangat berharga. Pendekatan seni dan budaya dipandang efektif untuk menjalin ruang dialog yang sejuk.
“Melalui seni budaya kita rekatkan silaturahmi antarumat beragama. Perbedaan latar belakang bukan penghalang, justru membuat warga RW 13 semakin menyatu,” tutur Edy.
Rangkaian peringatan kemerdekaan di RW 13 ini berlangsung maraton sejak pagi hingga malam hari yang dipungkasi dengan pentas seni hiburan rakyat.mut












