Malang, Bhirawa-Semangat keguyuban warga RW 13 Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, kembali terpancar dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Melalui gelaran “Semarak Telulas Carnival” dan Malam Tasyakuran, warga setempat menunjukkan komitmen kuat dalam memupuk persatuan sekaligus mendukung keberlanjutan pembangunan lingkungan secara mandiri.
Ketua Panitia Semarak Telulas Carnival, Danil Purwoko, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah mencurahkan tenaga, waktu, hingga materi demi menyukseskan seluruh rangkaian acara. Pihaknya menggarisbawahi bahwa kegiatan ini bukan sekadar hiburan, melainkan ruang perekat silaturahmi.
”Terima kasih tak terhingga untuk seluruh anggota panitia, pengurus RW, RT, donatur, serta warga RW 13 atas dukungan dan partisipasinya. Acara ini bukan tentang siapa yang paling bagus atau paling meriah, melainkan tentang bagaimana kita berkumpul, bergembira, dan menjaga semangat persatuan,” ujar Danil Purwoko dalam sambutannya.

Sementara itu, Ketua RW 13 Madyopuro, Mohammad Sutanto, menguraikan bahwa partisipasi aktif warga juga memicu capaian nyata di bidang pembangunan fisik dan lingkungan sepanjang tahun 2026. Salah satunya adalah rampungnya renovasi Gedung Balai RW 13 yang kini siap dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan kemasyarakatan.
Menariknya, pembangunan fisik di wilayah tersebut menerapkan konsep pemberdayaan lokal secara penuh. Proses pengerjaan dilakukan oleh warga sendiri dengan memanfaatkan potensi tenaga ahli, insinyur, hingga tukang yang merupakan warga lokal RW 13.
”Pembangunan ini dari warga, oleh warga, dan untuk warga. Ke depan, program pembangunan akan terus kita lanjutkan melalui usulan RT Berkelas,” tutur Sutanto.
Di samping pembangunan sarana fisik, RW 13 Madyopuro konsisten memperkuat predikatnya sebagai wilayah Program Kampung Iklim (Proklim) Tingkat Nasional. Lingkungan ini baru saja menerima kunjungan lapangan dari tim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama dinas terkait untuk meninjau tata kelola lingkungan hidup berbasis masyarakat.
Guna melengkapi aspek sosial dan budaya, RW 13 juga aktif melestarikan kesenian lokal. Potensi seni seperti grup Shalawat Al-Banjari hingga kesenian tradisional Ludruk Ding Tak Tong Ngremboko telah terdaftar secara resmi dan memiliki Nomor Induk Kesenian (NIK) di Kota Malang.
Apresiasi terhadap geliat positif warga RW 13 turut datang dari Pemerintah Kota Malang. Sekretaris Kecamatan Kedungkandang, Nyoto, yang hadir membacakan sambutan tertulis Wakil Wali Kota Malang, menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas kekompakan warga yang dinilai ampuh mewujudkan lingkungan yang harmonis, inklusif, dan berkemajuan.mut












