Terapkan ‘Democracy Terukur’, Deputi Kemenkop Puji Standar Tata Kelola Koperasi SBW

Hendra Saragih Deputi Kelembagaan dan Digitalisasi Kementrian Koperasi foto bersama pengurus dan para tokoh koperasi

​Kota Malang, Bhirawa

Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Kementerian Koperasi, Henra Saragih, memberikan apresiasi tinggi terhadap pola pengelolaan Koperasi Setia Budi Wanita (SBW) Malang. Selain dinilai sukses menjalankan unit usaha, SBW dianggap berhasil mengintegrasikan fungsi sosial dan pelestarian budaya daerah dalam ekosistem koperasinya.

​Henra mengaku terkesan dengan sistem operasional pengurus yang ia istilahkan sebagai “Demokrasi Terukur”. Sistem ini diterapkan dalam proses regenerasi kepengurusan guna memastikan keberlanjutan organisasi yang sehat.

​”Saya sangat terkesan dengan cara pengurus mempersiapkan kepengurusan baru melalui penilaian yang ketat. Calon pengurus harus melalui proses screening yang komprehensif, mulai dari integritas keuangan, kesehatan fisik, hingga catatan bersih di BI Checking/Slik. Ini krusial agar saat terpilih, mereka bisa fokus mengurus koperasi tanpa beban masalah pribadi,” ujar Henra Saragih saat ditemui usai membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) Kopwan SBW Jumat 20/2.

​Menghadapi persaingan usaha yang semakin ketat, terutama dengan munculnya banyak koperasi di tingkat desa, Henra menekankan bahwa aspek kepercayaan (trust) adalah aset terbesar. Menurutnya, manajemen yang sesuai ketentuan akan berbanding lurus dengan loyalitas anggota.

​”Jika manajemen dilakukan sesuai regulasi, maka kepercayaan anggota pasti besar. Ketika trust itu ada dan anggota merasa terlayani dengan baik, koperasi akan terus berjalan stabil,” imbuhnya.

​Dalam kesempatan tersebut, Henra juga memaparkan program “Kakaku” (Koperasi Kakak-Adik). Melalui skema ini, koperasi besar yang sudah mapan (K1) seperti SBW diharapkan dapat menjadi mentor bagi koperasi-koperasi kecil atau koperasi kelurahan yang sedang berkembang.

​”SBW bisa memberikan pendampingan, pelatihan manajemen, hingga pengelolaan keuangan bagi koperasi di level kelurahan atau desa. Kami ingin ada proses inkubasi agar standar kualitas koperasi kita merata,” jelas Henra.

Saat ditanya mengenai nilai rapor untuk SBW, Henra memberikan skor tinggi, yakni di kisaran 8 hingga 9 masuk kategori Koperasi sehat.mut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *