Malang,Bhirawa — Universitas Brawijaya (UB) resmi memulai rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun 2026, laporan pelaksanaan disampaikan langsung oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan Mahasiswa UB, Dr. Setiawan Noerdajasakti, S.H., M.H., di hadapan Rektor dan seluruh civitas akademika.
Dalam laporannya, Setiawan menyampaikan bahwa pelaksanaan PKKMB UB tahun ini berpedoman pada Panduan PKKMB 2026 yang diterbitkan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Ditjen Diktiristek Kemendikbudristek RI.
”Tema yang diangkat pada PKKMB tahun ini adalah ‘Membentuk generasi transformatif yang inklusif, inovatif, berwawasan global, dan berkelanjutan untuk Indonesia Emas 2045′” ujar Setiawan.
Rangkaian kegiatan PKKMB UB 2026 terbagi dalam beberapa tahapan utama, diawali dengan tingkat universitas yakni Raja Brawijaya (Rangkaian Acara Jelajah Universitas Brawijaya) pada 10–12 Agustus 2026. Rangkaian berlanjut ke tingkat fakultas melalui Orientasi Pendidikan dan Orientasi Kemahasiswaan (Ordik Ormawa) pada 13–16 Agustus 2026.
Selain itu, mahasiswa baru juga akan mengikuti Open House UKM pada 29–30 Agustus 2026, serta kegiatan Krida Mahasiswa yang dilaksanakan di masing-masing fakultas setiap akhir pekan selama satu semester ke depan.
Selama mengikuti Raja Brawijaya, para mahasiswa baru dibekali materi dari pejabat negara, tokoh nasional, hingga alumni sukses UB. Mereka juga diperkenalkan dengan berbagai lembaga dan organisasi kemahasiswaan, seperti Eksekutif Mahasiswa (EM), Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), serta Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di bidang seni, olahraga, dan penalaran.
Ada yang berbeda pada pelaksanaan Raja Brawijaya dan Open House tahun ini. Para mahasiswa baru dilebur dalam kluster-kluster gabungan tanpa membedakan latar belakang fakultas.
”Tujuannya adalah untuk memupuk semangat ‘Kita Satu Brawijaya’. Walaupun nantinya mereka terdistribusi di fakultas masing-masing sesuai disiplin ilmunya, tetap ada ikatan batin yang kuat sebagai sesama mahasiswa Universitas Brawijaya,” pungkasnya










