Kota Malang, Bhirawa-Universitas Ma Chung dan Pemerintah Kota (Pemkot) resmi melakukan MoU Penanganan kesehatan, Rabu 5/8 kemarin.
Kolaborasi lintas sektor melalui konsep pentahelix, ini mendapat apresiasi positif dari kalangan akademisi.
Universitas Ma Chung yang menyatakan kesiapannya berkontribusi aktif dalam meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat, khususnya di sektor kesehatan.
Rektor Universitas Ma Chung, Prof. Dr. Ir. Stefanus Yufra Menahen Taneo, M.S., M.Sc., menyampaikan bahwa ruang kolaborasi yang dibuka oleh Pemkot Malang menjadi peluang strategis bagi perguruan tinggi untuk menghadirkan dampak langsung di tengah masyarakat.
Baca Juga:Menyongsong Usia ke-20, Universitas Ma Chung Akselerasi Target Menjadi Trendsetter Pendidikan Tinggi
Usai menandatangani nota kerja sama bidang kesehatan antara Universitas Ma Chung dengan Pemkot Malang, Prof. Yufra menjelaskan bahwa kampus yang dipimpinnya kini mengusung program prioritas di bidang kesehatan, salah satunya melalui pengembangan Pendidikan Profesi Apoteker.
”Melalui program ini, para mahasiswa dapat ikut ambil bagian dalam praktik dan pelayanan kesehatan, baik di rumah sakit, puskesmas, maupun sarana kesehatan lainnya. Saat ini Indonesia, khususnya Kota Malang, masih membutuhkan tambahan tenaga medis di bidang profesi apoteker,” ujar .Yufra.
Selain penguatan pendidikan profesi, Universitas Ma Chung juga mengintensifkan program pengabdian masyarakat di sektor kesehatan dasar. Salah satunya berupa penyediaan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang rutin digelar pada akhir pekan di area publik, seperti Car Free Day (CFD) dan Lapangan Rampal, dengan sasaran mulai dari kelompok lansia hingga usia muda.
Tak hanya itu, aksi sosial juga merambah ke sektor kesehatan mata anak melalui Program Studi Optometri. Universitas Ma Chung menggelar pemeriksaan mata serta pembagian kacamata gratis bagi anak-anak untuk merespons maraknya gangguan penglihatan sejak usia dini.
”Dulu kacamata identik dengan usia tua, tetapi sekarang terjadi pergeseran di mana anak-anak kecil pun sudah banyak yang membutuhkan kacamata. Kesehatan mata ini merupakan komponen penting untuk mendukung program literasi anak-anak,” ungkapnya.
Yufra berharap, sinergi yang telah terjalin antara Universitas Ma Chung, Pemkot Malang, dan masyarakat luas ini dapat terus diperluas ke berbagai sektor pembangunan lainnya demi meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan warga Kota Malang.mut












