UMM menjalin kolaborasi strategis dengan Fuyao University of Science and Technology (FYUST) Cina dalam pengembangan produk halal-thoyyib dan pangan sehat.
Kota Malang, Bhirawa
Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi Islam bereputasi internasional. Melalui Pusat Studi Pusat Pendampingan dan Pengembangan Halal (PS. P3Halal), Kampus Putih resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Fuyao University of Science and Technology (FYUST) Cina dalam pengembangan produk halal-thoyyib dan pangan sehat.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya proaktif mengawal target pemerintah menjadikan Indonesia sebagai pusat halal dunia pada tahun 2026. Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan langsung oleh Kepala PS. P3Halal UMM, Prof. Dr. Ir. Elfi Anis Saati, MP., bersama Dekan sekaligus representasi Yayasan FYUST, Giong Lin, di Cina.
Prof. Elfi Anis Saati mengungkapkan, kerja sama ini merupakan implementasi nyata dari semangat Muhammadiyah Berkemajuan dan konsep ‘Kampus Berdampak’ yang dicanangkan Kemdiktisaintek. Menurutnya, potensi industri halal global sangat menggiurkan karena diproyeksikan mencapai angka US$ 9 triliun pada tahun 2030.
”Kami tidak hanya mengejar peringkat akademik, tetapi fokus memberikan solusi inovatif yang melintasi batas negara. Sinergi ini bertujuan memperkuat daya saing produk halal kita di pasar internasional,” ujar Prof. Elfi dalam keterangan resminya, Rabu (6/5).
Dalam kunjungan tersebut, delegasi UMM juga meninjau langsung Laboratorium Halal FYUST serta fasilitas kantin asrama setempat. Menariknya, FYUST saat ini tengah fokus mengembangkan riset berbasis polifenol dan pengujian deteksi titik kritis kehalalan, seperti deteksi DNA babi dan kadar etanol.
Fokus riset tersebut dinilai sangat selaras dengan kepakaran para peneliti UMM. Prof. Elfi sendiri saat ini tengah memimpin riset pigmen antosianin untuk suplemen yang mampu mereduksi dampak mikroplastik, yang diproyeksikan mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selain Prof. Elfi, sederet pakar UMM seperti Prof. Damat, Prof. Warkoyo, Prof. Ely Purwanti, Dr. dr. Meddy Setiawan, Dr. dr. Sulistyo Mulyo Agustini, dan Dr. Ahmad Shobrun Jamil juga terus memperkuat barisan riset pangan fungsional dan obat herbal halal.
Ke depan, kolaborasi ini diproyeksikan akan lebih luas, mencakup kolaborasi riset dosen dan mahasiswa hingga pendampingan sertifikasi halal bagi perusahaan mitra FYUST di Cina.
”Target jangka panjang kami adalah membentuk lembaga sejenis Lembaga Pemeriksa Halal Luar Negeri (LHLN) di kampus FYUST. Harapannya, ekosistem halal di sana dapat terstandarisasi sesuai dengan regulasi yang berlaku di Indonesia,” pungkasnya. mut











