Kolaborasi UMM dan Syngenta Kembangkan Jagung PRG Tahan Hama, Siap Menuju Pelepasan Varietas

Malang, Bhirawa-Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian-Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (FPP UMM) bersama PT Syngenta Indonesia menggelar panen jagung Produk Rekayasa Genetik (PRG) di petak uji produksi benih Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Selasa 3/11. Agenda ini menjadi bagian krusial dalam pengambilan data fase generatif sebelum varietas anyar tersebut resmi dilepas ke pasar.

​Perwakilan PT Syngenta Indonesia, Afif Ziyadi Rafi, menjelaskan bahwa kolaborasi riset yang telah terjalin sejak 2012 ini memasuki tahapan verifikasi data panen sebagai instrumen registrasi komersial.

​”Fase generatif sudah selesai dan kini masuk masa panen. Data-data yang kita ambil dari lahan ini akan dijadikan data utama untuk proses pelepasan varietas jagung bioteknologi ke pasaran,” jelas Afif.

​Menurut Afif, proses pengembangan benih bioteknologi membutuhkan tahapan asesmen yang ketat dan panjang. Dimulai sejak 2012, proses registrasi baru mencapai tahap peluncuran produk komersial setelah memakan waktu sekitar 12 tahun.

​Di atas lahan seluas hampir dua hektare di kawasan Pendem tersebut, pengujian dilakukan terhadap tiga varietas unggulan: NK Sumo, NK Perkasa, dan NK Pendekar. Ketiganya dirancang tahan terhadap herbisida glifosat sekaligus memiliki proteksi ganda terhadap hama perusak utama.

​Ketua Prodi Agroteknologi FPP UMM, Dr. Ir. Agus Zainudin, MP, membeberkan keunggulan spesifik tanaman hasil rekayasa genetika tersebut.

​”Sederhananya, tanaman jagung ini dirancang kebal terhadap hama yang kerap merusak tongkol, batang, hingga daun. Ketiga hama perusak itu dapat diatasi tanpa menimbulkan kerusakan fatal pada tanaman,” terang Agus.

​Selain menjadi sarana riset agribisnis, lahan percobaan ini dimanfaatkan sebagai laboratorium terapan untuk membekali mahasiswa tingkat akhir dengan pengalaman industri nyata. Pengalaman langsung dalam uji klinis benih ini sekaligus membuka peluang karier, di mana sejumlah lulusan berprestasi telah diserap langsung menjadi tenaga kerja di PT Syngenta Indonesia.

​Kemitraan strategis antara UMM dan Syngenta yang telah melampaui tiga periode riset ini rencananya akan terus diperpanjang hingga 2028 mendatang demi mendukung inovasi ketahanan pangan nasional.mut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *