Malang, Bhirawa – Empat mahasiswa Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) angkatan 2023 saat menjalani program International Internship di Cap Bunga Rose, Malaysia, sejak 6 September hingga 30 Oktober 2026 mendatang.
Keempat mahasiswa tersebut adalah Dian Dayanti Lathifah, Azlina Ramadhani, Akhmad Murtadho, dan Ratna. Mereka merupakan peserta terpilih dari program unggulan Center of Excellence (CoE) Kelas Profesional Ekspor Produk Agrokompleks UMM yang disiapkan langsung untuk mendalami ekosistem bisnis berskala internasional.
Salah satu delegasi magang, Dian Dayanti Lathifah menuturkan, sebelum bertolak ke Negeri Jiran, mereka telah melalui pembekalan materi CoE secara intensif serta seleksi wawancara ketat dari pihak program studi. Di Cap Bunga Rose, Dian ditempatkan pada divisi pemasaran internasional. Ia mengemban tanggung jawab menyusun strategi konten produk untuk penetrasi pasar Indonesia, termasuk produksi visual promosi dan dokumentasi agenda besar perusahaan.
Pengalaman berharga kian terasah saat mereka dilibatkan langsung dalam ajang bergengsi Malaysia International Halal Showcase (MIHAS) 2026 di MITEC, Kuala Lumpur, pada 23–26 September lalu. Mahasiswa berkesempatan berinteraksi tatap muka dengan para buyer global dari berbagai negara.
”Kami bisa mengetahui proses produksi secara utuh sejak dari pengolahan bahan mentah. Kami belajar cara mengekspor barang sekaligus mendalami studi kasus nyata tentang cara mempertahankan kepercayaan pembeli mancanegara,” ungkap Dian.
Tak sekadar belajar strategi pemasaran, mahasiswa UMM turut memberikan sumbangsih nyata bagi perusahaan mitra. Mereka menginisiasi pengembangan produk pangan inovatif berupa sambal cumi ready to eat (siap saji). Inovasi tersebut saat ini tengah memasuki tahapan uji daya simpan menggunakan teknologi sterilisasi retort dengan orientasi komersialisasi industri.
Dian mengakui adaptasi gaya komunikasi dan kultur kerja lintas negara sempat menjadi tantangan tersendiri. Namun, keterbukaan untuk aktif bertanya serta pendampingan berkala dari dosen pembimbing dan mentor industri membuat proses adaptasi berjalan mulus. Dukungan penuh kampus putih, baik fasilitas subsidi maupun fasilitasi jejaring global, dinilai menjadi akselerator penting kesiapan mahasiswa memasuki pasar kerja profesional.
”Ilmu, pengalaman kerja, dan relasi internasional ini menjadi bekal berharga untuk memasuki dunia profesional. Selagi ada kesempatan dari kampus, jangan banyak ragu dan takut untuk mencoba pengalaman baru,” tandasnya. mut






