Malang, Bhirawa – MAN 2 Kota Malang terus mempercepat transformasi digital dan memperkuat budaya tertib administrasi guna mewujudkan tata kelola madrasah yang akuntabel, transparan, dan modern. Langkah strategis ini diwujudkan lewat gelaran pendampingan kearsipan dan integrasi data kelembagaan berbasis platform digital Super Apps Edu Panda V4.10.
Kegiatan yang dihelat di Auditorium Laboratorium Sains Lantai IV, Jumat 30/10, tersebut diikuti jajaran Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) pengelola dokumen penting madrasah, serta dihadiri langsung oleh Kepala MAN 2 Kota Malang Dr. H. Samsudin, M.Pd., dan Kepala Tata Usaha H. Sugeng Winarto, M.Pd.
Sesi pendampingan dipandu langsung oleh Ketua P3Tim MAN 2 Kota Malang, M. Yasin, didampingi M. Roni. Dalam paparannya, Yasin mengenalkan beragam keunggulan Super Apps Edu Panda versi teranyar, V4.10, yang dirancang menjadi pusat ekosistem data digital madrasah.
”Melalui Super Apps Edu Panda V4.10, kami berupaya menyatukan seluruh kebutuhan administrasi ke dalam satu pintu digital. Aplikasi ini memuat fitur dashboard, formulir terintegrasi, pelaporan, disposisi persuratan, integrasi Google Drive, rekam jejak prestasi siswa, hingga pengelolaan sarana dan prasarana (sarpras),” terang Yasin.
Menurutnya, integrasi ini mempermudah GTK memperbarui dan menarik data secara real-time, sehingga tata kelola dokumen menjadi jauh lebih ringkas, aman, dan tertib.
Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. H. Samsudin, M.Pd., menegaskan bahwa digitalisasi tata kelola madrasah bukan sebatas tren teknologi, melainkan fondasi utama dalam pengambilan kebijakan berbasis data (data-driven decision making).
”Data dan arsip yang tertata rapi merupakan pilar akuntabilitas lembaga. Kami mendorong seluruh GTK memiliki komitmen seragam untuk memanfaatkan instrumen digital ini secara optimal. Ketika dokumentasi kuat, setiap capaian dan pertanggungjawaban program madrasah dapat diuji secara objektif,” tegas Samsudin.
Sementata itu, Kepala Tata Usaha MAN 2 Kota Malang, H. Sugeng Winarto, M.Pd., mengingatkan bahwa penataan arsip modern memegang peranan krusial dalam penilaian indikator kelembagaan di tingkat nasional.
”Arsip bukan sekadar tumpukan berkas usang, melainkan rekam jejak dan memori institusi. Pengelolaan arsip ini berkontribusi langsung pada implementasi Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), pemenuhan Zona Integritas (ZI), akselerasi menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), serta penilaian instrumen PRISMA,” papar Sugeng.
Sugeng menekankan pentingnya sinergi kolektif di lingkungan madrasah. Baginya, setiap agenda kerja wajib berujung pada dokumentasi yang tertib simpan dan mudah ditelusuri kembali saat dibutuhkan.
Melalui integrasi Edu Panda V4.10, MAN 2 Kota Malang optimistis mampu menghadirkan standar baru pelayanan publik dan birokrasi pendidikan yang adaptif, bersih, serta berdaya saing tinggi di era keterbukaan informasi.mut






