Kota Malang, Bhirawa-Momentum Wisuda ke-123 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi momen penting bagi keberlanjutan regenerasi akademik kampus. Bertepatan dengan upacara pelepasan wisudawan tersebut, UMM secara resmi membuka Perekrutan Mahasiswa Baru (PMB) Gen 27 untuk Tahun Akademik 2027/2028 dengan menyiapkan 10 skema beasiswa bagi calon pendaftar.
Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, S.E., M.Si., menyatakan bahwa pembukaan pendaftaran ini mencakup seluruh jenjang pendidikan, mulai dari vokasi, sarjana, hingga pascasarjana. Dari ragam skema beasiswa yang disiapkan, UMM memberikan perhatian khusus bagi keluarga lulusan melalui Beasiswa Anak Kandung Alumni dan Beasiswa Saudara Kandung Alumni.
”Khusus untuk mahasiswa baru Gen 27, UMM menyediakan 10 jenis beasiswa, di antaranya Beasiswa Anak Kandung Alumni dan Beasiswa Saudara Kandung Alumni. Kesempatan beasiswa ini juga terus berlanjut selama masa studi, baik melalui sumber internal kampus maupun eksternal,” tutur Prof. Nazaruddin di sela prosesi wisuda, Kamis (1/10/2026).
Guna memberikan stimulus awal bagi calon pendaftar, UMM turut membebaskan biaya formulir pendaftaran bagi 100 pendaftar pertama pada program Sarjana (S1) dan Vokasi. Langkah ini dirancang agar proses transisi pelepasan alumni selaras dengan penyambutan generasi mahasiswa baru.
Prof. Nazaruddin menegaskan, UMM terus mendorong transformasi kelembagaan agar relevan dengan kebutuhan zaman. Pencapaian yang ada saat ini tidak lantas membuat institusi berpuas diri, melainkan memicu lahirnya inovasi akademik yang berdampak nyata.
”Transformasi dan inovasi adalah kunci untuk menjadi excellent solution center. Pembaharuan adalah keniscayaan agar hilirisasi hasil riset kampus memberi kemanfaatan luas bagi masyarakat,” tegasnya.
Pandangan serupa diutarakan Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Prof. Dr. Ir. Moch. Sasmito Djati, M.S., IPU., ASEAN Eng. Ia menekankan bahwa mutu perguruan tinggi pada era modern tidak sekadar ditopang predikat akreditasi di atas kertas, melainkan kontribusi sosial yang dirasakan publik.
”Universitas tidak boleh menjadi menara gading. Tolok ukur utamanya adalah dampak sosial, ekonomi, lingkungan, dan hilirisasi riset,” jelas Sasmito.
Ia turut mendorong para lulusan UMM untuk memiliki kepercayaan diri berbasis integritas dan akidah yang kuat saat memasuki dunia kerja, baik sebagai wirausahawan, periset, maupun profesional industri.mut






