2.500 Qori Cilik Membahana di Alun-Alun Merdeka, Malang Bertilawah 2026 

Kota Malang, Bhirawa-Suasana syahdu dan religius menyelimuti kawasan Alun-Alun Merdeka Barat Kota Malang, Sabtu 7/11 pagi. Sebanyak 2.500 qori dan qoriah pelajar dari berbagai tingkatan sekolah tumpah ruah melantunkan ayat suci Al-Qur’an secara serempak dalam gelaran akbar “Malang Bertilawah 2026″.

​Ajang kolosal bertema “Persembahan Hari Santri bagi Para Pahlawan Sejati Muassis Negeri” ini diinisiasi oleh Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (DPD AGPAI) Kota Malang. Sejak pukul 06.30 WIB, ribuan pelajar mulai jenjang SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA se-Malang Raya berbusana serbaputih memadati lokasi.

​Daya tarik acara kian menguat berkat kolaborasi lantunan tilawah massal dengan alunan Warna Music Orchestra dari Sanggar Warna-Lesbumi Nahdlatul Ulama. Kombinasi tersebut menghadirkan harmoni seni musik dan syiar dakwah yang khidmat di pusat Kota Pendidikan.

​Staf Ahli Gubernur Jawa Timur Bidang Kemasyarakatan dan SDM,  H. Akhmad Jazuli, yang hadir mewakili Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, mengaku takjub atas perhelatan berskala besar ini.

​”Rasulullah SAW bersabda, apabila kamu menjumpai taman surga, maka singgahlah. Hari ini, taman surga itu adalah Kota Malang. Anak-anak yang bertilawah pagi ini adalah calon-calon penduduk surga. Kegiatan semegah ini di Jawa Timur baru ada satu-satunya, yakni di Malang. Semoga menjadi inspirasi yang direplikasi se-Indonesia,” ujar Akhmad Jazuli.

​Di hadapan ribuan peserta dan guru, Jazuli menggarisbawahi pentingnya peran pendidik dalam membentuk karakter anak sejak usia dini. Menurutnya, kepatuhan merupakan fondasi utama agar peserta didik mudah menyerap ilmu dan nasihat agama.

​”Menjadikan anak sopan dan menurut itu butuh ketelatenan. Modal utamanya ajari anak patuh dulu. Acara hari ini membuktikan perpaduan yang sangat sukses antara seni, ilmu, dan agama,” imbuhnya.

​Sementara itu, Ketua DPD AGPAI Kota Malang, Kiai Iskandar, menyampaikan terima kasih atas sinergi lintas instansi yang terjalin. Kesuksesan agenda ini tak lepas dari sokongan Cabang Dinas Pendidikan Jatim Wilayah Malang, Disdikbud Kota Malang, Seksi PAIS Kemenag Kota Malang, serta ormas Islam seperti PCNU dan PDM.

​Dalam kesempatan tersebut, Kiai Iskandar turut mengajak hadirin memanjatkan doa bagi almarhum Ustadz Nur Kholik, sosok perintis yang telah meletakkan batu pertama tradisi tilawah massal ini sejak 2024.

​Perhelatan ini juga dihadiri jajaran tokoh daerah, antara lain Kepala Kantor Kemenag Kota Malang Achmad Shampton (Gus Shampton), Ketua Umum MUI Kota Malang Dr. KH. Israqunnajah, dan Ketua BAZNAS Kota Malang Prof. Dr. H. Kasuwi Saiban.

​Puncak pembukaan ditandai secara simbolis lewat prosesi pemukulan bedug oleh perwakilan Pemkot Malang bersama BAZNAS, diiringi gemuruh selawat dan takbir dari seluruh hadirin yang berdiri memberikan penghormatan.mut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *