Malang, Bhirawa– Komitmen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam aksi kemanusiaan kembali diwujudkan secara konkret. Kampus Putih resmi memberangkatkan tim relawan beserta ratusan paket logistik guna membantu masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Keberangkatan misi kemanusiaan tersebut dilepas langsung oleh Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, S.E., M.Si., pada Jumat (06/11/2026). Aksi sosial ini memadukan dua program terpadu, yaitu UMM Berbagi dan program pengabdian Aksara Kebencanaan, yang dijadwalkan mengabdi hingga awal Desember mendatang.
Ketua UMM Berbagi, Ir. Ary Bakhtiar, SP., M.Si., IPM., ASEAN Eng., menegaskan bahwa penyaluran logistik telah melalui tahap asesmen kebutuhan di lapangan. Logistik difokuskan pada empat titik wilayah terdampak, yakni Reo, Riung, Mbay, dan Ende.
“Bantuan yang dikirim bukan sekadar ada, melainkan berbasis kebutuhan riil hasil asesmen awal tim kami. Kami mendistribusikan 250 paket baby kit dan lima unit filter air bersih. Salah satu lokasi prioritas akan dipasangi dua unit filter air,” terang Ary. Ia menambahkan, UMM Berbagi terus konsisten bergerak membantu masyarakat sejak awal pandemi Covid-19 pada 2020 silam.
Di sisi lain, penguatan pemulihan jangka panjang dijalankan melalui tim Aksara Kebencanaan yang didukung pendanaan skema Bima dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Program yang berpusat di wilayah Manggarai ini menerjunkan 20 mahasiswa lintas disiplin.
Ketua Tim Aksara Kebencanaan, Dr. Beti Istanti Suwandayani, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa fokus tim meliputi pemulihan psikososial pascabencana serta penguatan ekonomi masyarakat pesisir melalui inovasi teknologi tepat guna.
“Kami membawa perlengkapan solar cell, inverter, dan Edukit Alat Peraga Edukatif (APE) kebencanaan. Khusus nelayan, kami menghadirkan dryer dome, yakni fasilitas pengering serupa greenhouse bertenaga surya tanpa biaya listrik. Inovasi ini mempercepat proses pengeringan hasil tangkapan ikan secara higienis dan steril dibanding jemur konvensional,” jelas Beti.
Sementara itu, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik berpesan agar para relawan senantiasa mengedepankan nilai pengabdian tulus sebagai implementasi pilar dakwah Muhammadiyah.
“Solidaritas kemanusiaan adalah wujud nyata amar ma’ruf dan amal saleh. Saya berharap misi ini memberi dampak positif yang berkelanjutan bagi warga,” ujar Nazar.
Nazar juga mendorong para relawan dan akademisi untuk aktif menggali data lapangan selama bertugas, terutama terkait aspek ekologis wilayah bencana, sebagai bahan kajian mitigasi di masa depan.mut






