Malang, Bhirawa– Kampus Universitas Brawijaya (UB) dan UB Forest terpilih menjadi latar film 3726 MDPL, aktifitas pengambilan gambar dilakukan sejak Rabu 5 Agustus lalu.
Film besutan sutradara ternama Fajar Bustomi mewarnai berbagai sudut kampus, UB dipercaya oleh rumah produksi Falcon Pictures menjadi salah satu lokasi utama pengambilan gambar film yang diadaptasi dari novel populer tersebut. Sinergi ini sekaligus membuka ruang kolaborasi konkret antara perguruan tinggi dan industri perfilman nasional dalam memberikan pengalaman belajar langsung bagi mahasiswa.
Kegiatan diawali dengan seremoni pembukaan yang dihadiri Rektor UB Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc., Dekan Fakultas Bioindustri Pertanian dan Kehutanan (FBIPK) UB Prof. Mangku Purnomo, S.P., M.Si., Ph.D., Sekretaris Universitas Dr. Tri Wahyu Nugroho, S.P., M.Si., jajaran pimpinan universitas, tim Falcon Pictures, kru produksi, serta mahasiswa yang terlibat.
Selama 18 hari proses produksi di Malang, tim Falcon Pictures memanfaatkan sejumlah titik ikonik UB sebagai latar film, mulai dari Gedung Rektorat, ruang kelas dan kantin FBIPK, Kantin CL, taman kampus, hingga kawasan UB Forest. Berbagai lokasi ini dipilih untuk menghadirkan atmosfer kehidupan kampus yang autentik sesuai alur cerita.
Film 3726 MDPL sendiri mengangkat kisah kehidupan mahasiswa yang dibalut persahabatan, perjalanan meraih mimpi, serta semangat konservasi lingkungan. Kehadiran UB dan kawasan UB Forest dinilai sangat kuat dalam merepresentasikan latar akademik dan alam dalam cerita tersebut.
Rektor UB, Prof. Widodo, menyambut baik kepercayaan tersebut. Menurutnya, kolaborasi ini membuktikan bahwa kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan dan riset, melainkan juga ruang tumbuh kreativitas dan inovasi generasi muda.
“Saya sangat senang melihat anak-anak muda Indonesia yang bersemangat menghasilkan karya terbaik. Film bukan hanya sarana hiburan, tetapi juga media pendidikan yang dapat membangun visi dan semangat generasi muda untuk ikut membangun bangsa,” tegas Prof. Widodo.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan generasi muda tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademis, tetapi juga integritas, etika, dan moral yang menjadi fondasi utama calon pemimpin bangsa.
Senada dengan hal tersebut, Dekan FBIPK UB, Prof. Mangku Purnomo, menjelaskan bahwa latar cerita novel 3726 MDPL sangat dekat dengan karakter fakultasnya. Tokoh utama film ini dikisahkan sebagai mahasiswa kehutanan yang aktif dalam kegiatan konservasi alam dan gemar mendaki gunung.
“Saat tim Falcon Pictures melakukan survei lokasi, mereka melihat lingkungan di sini sangat sesuai dengan kebutuhan cerita. Kawasan FBIPK dan UB Forest pun terpilih. Kami berharap sinergi ini tidak berhenti pada proses produksi saja, tetapi menjadi awal kerja sama yang lebih luas antara kampus dan industri kreatif,” ujar Prof. Mangku.
Sutradara film 3726 MDPL, Fajar Bustomi, mengaku terkesan dengan atmosfer akademik di UB. Bagi Fajar, menggarap film di lingkungan universitas menghadirkan tanggung jawab moral untuk menghasilkan karya yang berkualitas.
“Film adalah karya kolaboratif. Ketika kami syuting di Universitas Brawijaya, artinya 3726 MDPL juga menjadi karya Universitas Brawijaya, bukan hanya karya saya,” ungkap Fajar.
Sinergi UB dan Falcon Pictures ini juga memberikan dampak langsung bagi mahasiswa melalui program magang industri. Dari sekitar 500 mahasiswa yang mendaftar melalui seleksi CV, portofolio, dan workshop, sebanyak 25 mahasiswa UB berhasil lolos untuk magang langsung pada 5–21 Agustus 2026.
Para mahasiswa magang ini diterjunkan ke dalam 12 divisi produksi, mulai dari pra-produksi hingga eksekusi di lapangan. Selain itu, banyak mahasiswa UB lainnya yang terlibat langsung dalam proses casting sebagai pemeran pendukung maupun figuran.
Erika, mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis UB yang berkesempatan menjadi figuran, mengaku bangga dapat merasakan langsung dinamika produksi film profesional meski latar belakang pendidikannya berbeda.
Melalui kolaborasi ini, UB kembali menegaskan perannya sebagai kampus yang adaptif dan terbuka terhadap kemitraan lintas sektor, sekaligus menghadirkan ruang belajar kontekstual bagi mahasiswa untuk siap bersaing di dunia kerja.mut






