Ketua Kopwan SBW Malang, Dr.Sri Untari Bisowarno MAP berdialog dengan Deputi President of Angkasa, Prof. Madya Datuk Dr. Abdurrahman Abdul Razak.
Kota Malang, Bhirawa
Koperasi Wanita (Kopwan) Setia Budi Wanita (SBW) Malang selangkah lebih maju dalam melestarikan nilai-nilai luhur perkoperasian. Usai mengunjungi Museum Angkatan Koperasi Kebangsaan Malaysia (Angkasa), Kopwan SBW menyatakan tekadnya untuk membangun Museum Tanggung Renteng sebagai pusat edukasi sejarah dan metode orisinal koperasi di Kota Malang.
Kunjungan ini dilakukan oleh Ketua Umum Kopwan SBW, Dr. Sri Untari Bisowarno, MAP, di sela-sela agenda Misi Dagang bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Kedatangan delegasi disambut hangat oleh Deputi President of Angkasa, Profesor Madya Datuk Dr. Abdurrahman Abdul Razak.
Dr. Sri Untari mengungkapkan, kekagumannya terhadap cara Angkasa Malaysia mendokumentasikan perjalanan 16.000 koperasi di bawah naungannya. Hal itulah yang memicu semangat Kopwan SBW untuk segera mewujudkan museum serupa yang khusus mengangkat identitas “Sistem Tanggung Renteng”.
”Kami sudah berkiprah selama 49 tahun dan memiliki metode khas yakni Sistem Tanggung Renteng yang sudah dipatenkan di Kemenkumham sejak 2001. Kami ingin perjalanan panjang ini abadi dalam sebuah museum agar generasi mendatang bisa mempelajari bagaimana membangun koperasi yang kokoh,” ujar Sri Untari.
Dalam kunjungannya ke Museum Angkasa, Sri Untari melihat secara detail bagaimana sejarah awal, kiprah, hingga peran strategis Angkasa dalam memajukan ekonomi Malaysia ditampilkan secara visual. Inspirasi inilah yang akan dibawa pulang ke Malang sebagai bahan penjajakan pembangunan museum yang direncanakan mulai digarap tahun depan.
”Museum ini nantinya tidak hanya sekadar tempat menyimpan benda sejarah, tapi menjadi wadah literasi mengenai bagaimana Sistem Tanggung Renteng mampu menciptakan kemandirian ekonomi bagi kaum perempuan. Kami melihat di Angkasa, museum mampu membuat anggota merasa bangga akan identitas koperasinya,” imbuh tokoh koperasi nasional tersebut.
Rencana pembangunan Museum Tanggung Renteng ini diharapkan semakin memperkuat posisi Malang sebagai barometer gerakan koperasi di Indonesia. Melalui studi banding ini, Kopwan SBW berkomitmen untuk menyempurnakan konsep museum yang interaktif dan edukatif, sebagai bentuk dedikasi setengah abad pengabdian bagi anggota dan masyarakat.











