Batu,Bhirawa-Andreas Susetyo anggota Komisi XI DPR RI mendorong inovasi pembiayaan perumahan Non Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Upaya ini dinilai sangat krusial mengingat tingginya angka penunggakan atau backlog perumahan di Indonesia di tengah keterbatasan ruang fiskal APBN.
Andreas menegaskan pentingnya dorongan inovasi skema pembiayaan di luar APBN guna mengakselerasi program-program strategis nasional tersebut.
”Semua sudah ada regulasinya. Yang terpenting adalah bagaimana masyarakat bisa mendapatkan akses perumahan. Kita melihat backlog perumahan ini sangat besar, sementara ruang fiskal APBN kita terbatas. Oleh karena itu, inovasi pembiayaan non-APBN menjadi sangat penting,” ujar Andreas usai menghadiri pembukaan Turnamen Catur Bahagia SIWO PWI Kota Batu di Taman Rekreasi Selecta, Kota Batu, Kamis 6/8
Menurut Andreas, salah satu instrumen penting dalam mendukung program prioritas pemerintah di luar APBN adalah keberadaan Danantara. Lembaga atau skema ini secara khusus ditugaskan untuk mengoptimalkan pembiayaan non-APBN demi menjaga keberlanjutan pembangunan.
”Danantara itu sebetulnya dibentuk untuk mendukung pelaksanaan program prioritas pemerintah yang pembiayaannya di luar APBN. Tugasnya memang seperti itu, melakukan pembiayaan non-APBN,” terangnya.
Politisi senior tersebut menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional tidak bisa hanya menggantungkan diri pada APBN belaka, melainkan harus disokong secara seimbang oleh pembiayaan non-APBN.
”Pertumbuhan ekonomi kita ditopang dari dua jalur, yaitu pembiayaan APBN dan non-APBN. Nah, fungsi Danantara inilah yang memperkuat dan menopang dari sisi non-APBN,” pungkasnya.mut






