Surabaya, Bhirawa– Senator asal Jatim Lia Istifhama memuji langkah taktis Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok. Ning Lia mengapresiasi konsistensi Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengendalikan inflasi lewat operasi pasar murah hingga menembus 139 titik sepanjang 2026.
Apresiasi tersebut mengemuka seusai gelaran Pasar Murah ke-139 di Halaman Kantor Balai Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, akhir pekan kemarin.
Senator yang akrab disapa Ning Lia ini menegaskan, kebijakan intervensi pasar langsung menjadi bukti konkret komitmen pemerintah hadir di tengah masyarakat. Menurutnya, stabilitas harga bukan sekadar capaian angka statistik inflasi di atas kertas, melainkan menyangkut ketahanan konsumsi rumah tangga.
“Pasar murah ini menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran pemerintah. Masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, sehingga daya beli tetap terjaga,” tegas Ning Lia di Surabaya.
Ia menambahkan, respons positif warga di berbagai titik membuktikan program ini tepat sasaran di tengah fluktuasi harga pangan. Selain meringankan beban dapur keluarga, pelibatan produk UMKM dan Industri Kecil Menengah (IKM) lokal dinilai memicu efek berganda (multiplier effect) bagi perputaran ekonomi daerah.
Kendati demikian, Ning Lia mengingatkan agar intervensi ini dibarengi pengawasan distribusi hulu ke hilir. “Pengendalian inflasi butuh sinergi. Pasar murah perlu berjalan beriringan dengan kelancaran rantai pasok, pemantauan harga rutin, serta kerja sama erat antara pemprov, pemkab/pemkot, dan pelaku usaha,” imbuhnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjelaskan bahwa pasar murah keliling ini dirancang melengkapi ikhtiar pemerintah kabupaten/kota dalam mengamankan daya jangkau masyarakat.
“Harapannya, langkah ini semakin mendekatkan akses kepada masyarakat, memberikan ruang sekaligus meningkatkan daya beli. Ini adalah bagian dari stabilisasi inflasi, maka kita memang terus keliling,” ungkap Khofifah.
Dalam gelaran di Mojokerto tersebut, Pemprov Jatim menyalurkan setidaknya 10 komoditas strategis dengan banderol di bawah harga pasar:
Beras Premium: Rp14.000 per kg,Beras Medium SPHP: Rp11.000 per kg , Gula Pasir: Rp14.000 per kg, Minyak Goreng: Rp13.000 per liter, Tepung Terigu: Rp10.000 per kg, Telur Ayam Ras: Rp20.000 per pak, Daging Ayam Ras: Rp32.000 per pak, Bawang Merah & Putih: Rp6.000 per 250 gram,Paket Cabai: Rp5.000 per 200 g200.mut






