Malang, Bhirawa–Mantan Rektor Universitas Brawijaya (UB) Prof Dr Nuhfil Hanani, saat memberikan apresiasi atas perkembangan Fakultas Sains, Teknologi, Engineering, dan Matematika (FSTeM) serta penetapan anggota Senat Akademik, mengingatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang kian pesat harus tetap berakar kuat pada penguasaan ilmu-ilmu dasar (basic science).
“Perkembangan teknologi modern tidak dapat dipisahkan dari fondasi sains dasar yang kokoh,” tandas Prof Dr Nuhfil Hanani, dalam sambutannya.
Menurut Nuhfil, dulu di luar negeri itu hanya mengurusi basic science. Namun perkembangan sekarang sudah mengarah pada teknologi. Kita sepakat bahwa berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi itu dimulai dari ilmu dasar,” ujar Prof Nuhfil di hadapan para akademisi.
Pihaknya menambahkan, meski penguasaan teknologi terus berkembang pesat, civitas akademika diharapkan tidak melupakan ilmu dasar sebagai sumber utama inovasi dan pengetahuan baru.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran akademisi FSTeM yang terus menunjukkan peningkatan kualitas SDM. Saat ini, jumlah guru besar (profesor) di lingkungan FSTeM telah mencapai 41 orang, dengan tambahan empat usulan profesor baru yang sedang diproses.
”Dulu bidang pertanian yang paling banyak, sekarang FSTeM memiliki guru besar yang sangat banyak. Ini sebuah kebanggaan tersendiri,” tuturnya.
Selain peningkatkan jumlah guru besar dan publikasi ilmiah di jurnal internasional bereputasi (Scopus Q1), ia mendorong agar para peneliti dan akademisi FSTeM terus melahirkan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Ia mencontohkan berbagai inovasi yang pernah dilahirkan, seperti pengembangan alat deteksi kesehatan hingga deteksi penyakit berbasis riset sains. “Ke depan, tidak hanya publikasi Q1, tetapi inovasi juga menjadi hal yang sangat penting untuk dikembangkan,” pungkasnya.mut







