Malang, Bhirawa-Dua mahasiswa Departemen Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB) berhasil menembus kancah riset internasional di Prancis.
Melalui program UB Students Academic Research Scheme (UB STARS), keduanya mengembangkan inovasi jaringan telekomunikasi tangguh guna menghadapi ancaman perubahan iklim di wilayah timur Indonesia.
Kedua mahasiswa tersebut adalah Irfan Dzaki Fajarhari dan Syafiqa Aurelia Satisma. Mereka menjalani riset kolaboratif di Laboratoire d’Informatique, Signaux et Systèmes de Sophia Antipolis (i3S), Université Côte d’Azur, Prancis.
Keduanya merancang penelitian bertajuk “Multi-Objective Techno-Economic Optimization of a Climate Risk-Aware Hybrid Fiber Optic–Microwave Backbone Network Palapa Ring Timur, Papua”. Riset ini berfokus pada sistem jaringan backbone gabungan (hybrid) kabel serat optik dan microwave yang dirancang adaptif terhadap bencana.
Irfan Dzaki Fajarhari menjelaskan, kajian ini mengambil studi kasus proyek Palapa Ring Timur di Papua. Wilayah tersebut dinilai memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana alam yang dipicu perubahan iklim, seperti banjir, tanah longsor, kebakaran hutan, curah hujan ekstrem, hingga kenaikan muka air laut.
”Melalui riset ini, kami mengembangkan framework optimasi multiobjektif yang mengintegrasikan Climate Risk Assessment Index (CRAI). Tujuannya agar desain jaringan tidak hanya tahan dari gangguan bencana, tetapi juga efisien dari segi biaya investasi (CAPEX) maupun operasional,” ujar Irfan.
Baca Juga ; FTAB UB Kembali Gelar Seminar Nasional Teknologi Pertanian Indonesia 2026
Dalam pengerjaannya, mereka menerapkan metode komputasi modern. Mulai dari pemodelan risiko iklim berbasis data geospasial, traffic engineering, hingga optimasi Mixed Integer Linear Programming (MILP) menggunakan perangkat lunak IBM ILOG CPLEX Optimization Studio.
Riset ini dibimbing langsung oleh Associate Professor Ramon Aparicio-Pardo dari Université Côte d’Azur bersama dosen FT UB, Dr. Fakhriy Hario Partiansyah, S.T., M.T., IPM.
Irfan mengaku pengalaman menembus laboratorium berstandar internasional memberi impresi mendalam. Selain berdiskusi langsung dengan peneliti global mengenai jaringan telekomunikasi generasi masa depan (next-generation networks), riset ini juga mematangkan penyusunan tugas akhir mereka.
”Harapannya, hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan infrastruktur telekomunikasi Indonesia yang lebih tangguh terhadap perubahan iklim, khususnya di wilayah timur,” tambahnya.
Meski sempat menghadapi tantangan cuaca ekstrem berupa gelombang panas (heatwave) di Prancis hingga tingginya biaya hidup, kedua mahasiswa ini mampu menyelesaikan seluruh rangkaian akademik—termasuk validasi model simulasi dan penyusunan publikasi ilmiah internasional.
Keberhasilan ini menjadi bukti kualitas riset mahasiswa UB semakin diakui dunia. FT UB terus berkomitmen mendorong kolaborasi lintas negara guna melahirkan inovasi yang mampu menjawab tantangan global.mut






