Buka Festival Mbois 11 di Malang, Menkop Ferry Juliantono Ajak Pelaku Ekonomi Kreatif Bentuk Koperasi

Malang, Bhirawa — Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Juliantono, mendorong komunitas ekonomi kreatif, UMKM, hingga sektor olahraga dan pariwisata untuk memanfaatkan koperasi sebagai wadah badan usaha bersama. Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat akses pembiayaan sekaligus membangun ekosistem ekonomi yang berkelanjutan.

​Hal tersebut ditegaskan Menkop Ferry saat menghadiri Malang Creative Connect Conference di Kartini Imperial Building, Kota Malang, Jumat (21/8). Agenda tersebut merupakan bagian dari rangkaian utama Festival Mbois 11 – Malang Menyala yang berlangsung pada 21–23 Agustus 2026 di kawasan Stadion Gajayana.

​Menurut Ferry, integrasi antara ekonomi kreatif, UMKM, dan koperasi sangat krusial karena ketiganya memiliki fungsi saling melengkapi. Ekonomi kreatif berfokus pada aktivitas berbasis ide, UMKM mengelompokkan skala usahanya, sedangkan koperasi hadir sebagai payung kelembagaan hukumnya.

Baca Juga :Dr Sri Untari Bisowarno MAP Dorong Koperasi Multi Pihak Jadi Mesin Baru Ekonomi Kreatif di Kota Malang

​“Ekonomi kreatif dan UMKM itu merujuk pada aktivitas kegiatannya. Nah, koperasi ini hadir sebagai badan usahanya agar komunitas memiliki struktur usaha dan kepemilikan bersama,” ujar Ferry.

​Ferry memberikan perhatian khusus terhadap keberadaan Stadion Gajayana yang bertepatan dengan momentum usia 100 tahun. Ia menilai kawasan stadion legendaris tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi hub ekonomi terpadu yang menyatukan industri olahraga, UMKM, ekonomi kreatif, budaya, hingga pariwisata.

​Ia mencontohkan tata kelola klub sepak bola ternama dunia seperti FC Barcelona yang berbasis koperasi. Model serupa dinilainya sangat relevan untuk diterapkan di Indonesia, termasuk bagi klub lokal seperti Arema Malang.

​Selain sektor olahraga, Menkop juga menyoroti kendala permodalan yang kerap dihadapi animator, ilustrator, hingga konten kreator. Menurutnya, melalui wadah koperasi, para pekerja kreatif tidak perlu lagi menunggu kontrak kerja formal untuk mendapatkan akses pembiayaan produksi awal.

​Gagasan transformasi kelembagaan ini juga ditawarkan kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Jawa Timur. Dengan bertransformasi menjadi koperasi, tata kelola potensi wisata daerah dapat dikelola secara lebih profesional dan terorganisasi.

​Dalam kesempatan tersebut, Ferry turut menyampaikan apresiasi tinggi terhadap perkembangan koperasi di Jawa Timur yang dinilainya sangat progresif, hingga layak disebut sebagai “Provinsinya Koperasi”.

​Sementara itu, penyelenggaraan Festival Mbois 11 tahun ini mengusung konsep From Event to System. Ajang tahunan ini menghadirkan lima klaster utama, yakni Malang Sportainment, Malang Creative Connect, Sound of Malang Menyala Concert, Made by Arema Market, serta Malang Media Arts Experience, sebagai langkah nyata membangun ekosistem ekonomi kreatif yang permanen di Kota Malang. [mut]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *